Berburu Sunrise

Ini dia satu cerita yang terselip saat mengunjungi kampung halaman di bulan Maret kemarin.

*****

Pengalaman pertama berburu si sunrise…so excited…

Tepat pukul 4 pagi waktu indonesia tengah, harus sudah bangun padahal tubuh masih ingin tenggelam di pulau kapuk, demi si Sunrise harus bisa.

Mandi selesai, menyiapkan perbekalan sudah, tinggal menunggu adzan shubuh, shalat langsung capcus.

Di pukul 5 perburuan pun dimulai, seorang diri menaiki si matic menyusuri jalan-jalan pedesaan yang masih gelap dan sepi, menerka-nerka agar tidak tersasar maklum belum terlalu akrab dengan jalan di Desa Suda Kanginan-Nyitdah Kediri Tabanan Bali, meskipun ini bukan pertama kalinya pulang kampung mengunjungi kakek.

Sunrise perdana adalah Pantai Sanur…

Pernah baca katanya Pantai Sanur menjadi salah satu pantai terindah di dunia karena ombaknya yang tenang, sangat cocok untuk bermain-main air dengan keluarga dan menghilangkan kepenatan.

Jalanan utama Gerobokan lalu by pass di pagi hari ternyata tak berbeda jauh dengan pedesaan, sepi…motor dengan kecepatan 100 mil/jam pun tak terasa…qiqiqi…apalagi ditambah kejaran dengan waktu…jadi makin deh…

Saking asyiknya melewati jalanan by pass yang sepi ngga nyadar kalau sudah salah jalan, tiba-tiba masuk pintu gerbang Nusa Dua, waduuuuhhh…ngga beres, bablas ini judulnya. Mau ngga mau ya harus putar balik…hufftt…

Jadi, aku harus belok di sebelah mana ya…berharap bisa menemukan seseorang yang bisa aku tanyai. Alhamdulillah bertemu seorang ibu penyapu jalanan.

Aduuuhh…matahari jangan dulu dooong….
Kecepatan pun terus bertambah…

Alhamdulillah…sampai juga, tetapi… 😦  hujan turun dan pastinya sang matahari pun tak ada…
Belum beruntung…

Paling tidak aku bisa menikmati suasana yang menenangkan Sanur di pagi hari, tetap bikin betah dan ngga mau beranjak sedikit pun.

This slideshow requires JavaScript.

Subhanallah…harus tetap disyukurin… 😉

Advertisements