November rain…

Now is November Rain time…

Kok kayak judul lagunya Gun N Roses ya…tapi jujur ini ngga ada sangkut pautnya lho…

November kan memang sudah waktunya musim penghujan. Musim yang penuh berkah luar biasa setelah kemarau panjang…seperti cinta yang mengisi kekosongan jiwa…jiaaaaahhh…tapi ingat lho berkah yang tidak dikelola dengan baik bisa jadi musibah…ya kayak banjir ntu…

Dan ngga selamanya musibah itu mendatangkan keburukan kok karena sebesar apapun musibah yang kita terima pasti ada hikmah yang luar binasa hebatnya…musibah itu juga bisa jadi pertanda bahwa Allah memang sayang banget dan ngga pernah menjauh sedikit pun apalagi mereka yang selalu mengingatNya setiap saat ya ;)…

Mudah-mudahan kita masuk golongan yang selalu bersyukur, pandai mengambil hikmah dari setiap peristiwa bahkan yang terburuk sekalipun dan Insya Allah berkahNya tak pernah terputus…Amiiiin Ya Rabbal’alamiin…

Nah…iseng-iseng buat daftar hikmah yang sudah didapat dari sebuah peristiwa yang menakjubkan..Insya Allah jadi makin sering bersyukur :)…

  1. Rasanya tertusuk invisible knife…hohoho..apalagi dari belakang  ternyata memang lebih menyakitkan daripada pisau sungguhan ya…ini berarti ngga boleh melakukan hal ini ke orang lain, siapa pun itu bahkan musuh kita sekalipun. Harus tetap menggunakan cara-cara yang terpuji.
  2. Untuk layak disebut seorang Sahabat kita harus terus mengasah diri sehingga mampu menjadi alarm, kompas dan lilin.
  3. Kebaikan yang dilakukan dengan cara-cara yang tidak tepat justru memang bisa mendatangkan penderitaan yang berkepanjangan ya…harus lebih berhati-hati bersikap dan bertindak meskipun itu sebuah kebaikan sekalipun.
  4. Menjadi orang yang memiliki kepedulian tinggi memang sangatlah mulia tapi sekali lagi harus benar-benar menggunakan cara yang tepat sehingga akhirnya tidak justru menjadi hal buruk dan membuatnya menjadi berantakan. Pikirkan dengan cermat dan tepat plus dampak jangka pendek dan panjangnya.
  5. Akal sehat tidak akan pernah bekerja sesuai fungsinya jika si esmosi masih menjadi tokoh utama. Alhasil segala macam cara ditempuh untuk memuaskan si esmosi. Siap-siap dikunjungin penyesalan ya…
  6. Saat esmosi menjadi tokoh utama ternyata kita hanya menyetujui orang-orang yang memiliki pikiran sama, ya ngga beda sih saat posisi normal juga tapi filterannya kan masih berfungsi. Jadi, sebenarnya kita hanya mencari pembenaran atas pikiran yang dikuasai emosi bukan kebenaran.
  7. Saat menghadapi sebuah masalah kita harus memastikan tidak terlalu banyak orang yang ikut serta atau turut campur, pilihlah beberapa saja yang memang layak secara logika, emosi dan memahami benar akar permasalahannya. Terkadang hal yang sederhana pun akhirnya jadi rumit deh….ya karena si peran pembantu ini.
  8. Mata memang tak pernah berbohong karena mata jendela hati jadi…mmmhhh…kalau hatinya kotor plus pikirannya ikutan juga ya bisa tebak sendiri dooong…ibarat pepatah karena nila setitik rusak susu sebelanga…*nyambung ngga ya :D…*
  9. Untuk membuat kita bergerak menuju kehidupan yang lebih baik atau memacu semangat kita kembali terkadang Allah memang harus menggunakan cara-cara yang ekstrim ya tapi tenang Allah sudah punya takaran yang pas untuk masing-masing umatNya.
  10. Asyik sibuk mencari kesalahan orang lain dan menggunjingkannya, tanpa sadar itu sudah menghilangkan banyak kesempatan kita untuk memperbaiki diri alhasil sukses menjadikan diri kita orang yang sama deh, 11 12 gitu… Apalagi kalau sudah muncul yang namanya rasa bangga punya informasi terbaru tentang kesalahan orang itu…*wuaaahhh…makin eksis deh… good job pals*

Wuaaahhh…ngga kerasa ternyata sudah dapat 10 point ya…Subhanallah… pas dengan hari ini 10 November, Hari Pahlawan cuy…

Berarti makin beragam peristiwa yang kita alami harusnya ilmu kita semakin bertambah ya…

Proses hidup manusia tak ubahnya seperti proses terjadinya hujan yang pada akhir akan menuju satu titik yang indah yaitu “Kebahagiaan”

Selalu ada cinta dalam tiap tetesan hujan.

Semoga bermanfaat and happy weekend 😉