Kembali Solitaire

Kemarin malam, tepatnya di hari Senin, 14 May 2012 lalu adalah kali kedua aku menonton bioskop sendirian…mmmhhh…Solitaire lagi…jadi makin terbiasa. Sebenarnya, untuk yang semalam sama sekali tak diniati seperti yang pertama.
Tapi, entah kenapa selama di perjalanan pulang dari kantor, hati tiba-tiba jadi agak-agak melow gitu dan langsung terpikir untuk nonton deh, akhirnya si kaki-kaki ini pun menuntunku langsung ke bioskop yang ada di lantai 5.

Film yang memang pengen banget ditonton kali ini ada film buatan negeri sendiri. Film-film yang ternyata cukup berjaya di festival luar negeri. Cap cus cap cus…Modus Anomali atau Lovely Man ya…
Modus Anomali film bertema genre, lovely man film drama keluarga…yang mana ya…

“Lovely man dong mba…”
“Jam 19.15 ? baru sendiri ya mba…”
“Ha…”
“Modus Anomali?”
“Jam 19.00 ya…udah ada 2 orang.”
“Modus Anomali aja mba.”
“Tapi kalau mba nya mau Lovely Man juga ngga apa-apa.”
“Ya sudah Lovely Man ya mba.”
“Lovely Man jam 19.15 ya…”

Niat awal memang tertuju pada film ini karena drama keluarga pasti ada nangis-nangisan gitu jadinya pas banget kan dengan suasana hati yang agak-agak melow ini…qiqiqi..apalagi kalau beneran yang nontonnya hanya diriku…waduh…jadi makin gimanaaaa gitu… ๐Ÿ™‚

Masuk 15 menit lebih awal, ingin tahu apa benar only me…qiqiqi…ternyata total penontonnya hanya 5 orang, diriku dan dua pasang kekasih yang duduk di depan ku. Meskipun ngga jadi sendiri tetap saja feel like home, bioskop yang lumayan besar ini yang biasa menampung sekitar 150an penonton kini cukup puas dengan 5 orang atau 3.3% saja…hohoho…

Cukup disayangkan sih, ternyata film hasil negeri sendiri lebih dihargai di luar sana. Padahal ceritanya mudah dicerna dan memang terjadi di kehidupan.

Informasi tambahan film Lovely Man berhasil memenangkan dua kategori lho di ajang Asia Movie Award 2012 di Hongkong, yaitu Best Actor Donny Damara dan Best Director Tedy Soeriaatmadja.

Lovely Man menceritakan seorang anak perempuan yang melarikan diri dari kampungnya karena ingin sekali bertemu dengan Sang Ayah yang setelah hampir 15 tahun tak bertemu. Tetapi kenyataan yang diterimanya tidaklah sesuai dengan harapan, ayah yang dirindunya ternyata seorang transgender dan bekerja sebagai psk. Bingung dan tak tahu harus berbuat apa menerima kenyataan pahit ini ditambah dirinya yang sedang mengandung menjadi salah satu konfliks film ini.

Pertemuaan yang hanya berlangsung satu malam ini mengembalikan hal-hal yang pernah hilang selama 15 tahun.

Jadi terhura dan kangen berat sama almarhum ayah…hiks…hiks…hiks…

Semoga tenang kau di sana Ayah…love you always… ๐Ÿ™‚

 

 

Rindu dalam sepotong steak

“Dimana loe? Gue telponin susah amat.”
“Sorry, sorry, tadi gue lagi di jalan. Sekarang gue lagi makan nih.”
“Steak lagi…?”
“He..he..he..loe tahulah kesukaan gue.”
“Gila loe adict banget sih, seingat gue baru tadi siang loe makan tuh steak.”
“Masih pengen gue, lagian ini warung steak baru cuy, penasaran gue sama rasanya.”
“Aduuh…selalu pakai alasan yang sama, basi loe. Ingat tuh perut sama kantong loe, katanya mau irit tapi tetep tengah bulan gini loe makan steak. Payah loe. Awas loe ye no suntikan dana lagi.”
“Ya elah gitu aja ngambek loe…iye ini terakhir kok.”
“Yakin terakhir…”
“Untuk bulan ini…hahaha…”
“Sialan loe, emang ngga bisa dipercaya.”
“Ada apa loe nyari gue, kangeeen ya…kan baru 5 jam yang lalu kita ketemuan.”
“Iiihh…sorry ye…rugi gue kangen sama loe. Gue cuman mo ingetin doang, besok kita bakalan presentasi, jangan lupa proposal sama bahan presentasinya plus ngga pake telat. Ini proyek pertama kita, ngga boleh sampai gagal. Gagal gue ngga bakalan ngomong sama loe sebulan.”
“Siap putri manis, perintah akan hamba laksakan dengan sangat baik. Apa sih yang ga untuk putri semanis Gadis ini tapi apa bener Sang putri bakalan kuat ga ngomong sama hamba…”
“Jangan mulai lebay deh loe, kali ini gue sungguhan, gue ga bakalan ngomong selama sebulan. Kalau gue bohong loe gue traktir steak selama sebulan.”
“Wah..serius loe…asyiiikk…gue pasti menang.”
“Maksud loe…loe nyumpahin projek kita gagal?”
“Yah…salah ngomong lagi gue.”

Tuuuuuutttt….Gadis menutup teleponnya dengan perasaan kesal.

“Lho…kok ditutup sih. Dasar Gadis, ngga sopyan tuh anak.”

Kamu tahu dengan baik sekali diri ku Biru, aku memang tak akan bisa tak bicara denganmu. Seberapa besar usahaku untuk menjauhimu justru semakin menguatkan perasaanku padamu. Sadarkah kamu Biru…entah sampai kapan aku bisa menahan perasaan ini.

********

“‘dis, gue denger di daerah Palmerah ada resto steak baru lho, katanya sih enak banget, ke sana yuk?”
“Biru, bukannya minggu yang lalu loe dah makan steak, sekarang lagi…”
“Yah,,,’dis kita ‘kan belum ngerayain kesuksesan menangin itu projek.”
“Kalau itu gue setuju, tapi gue ga mau steak, bosan tau…tiap jalan sama loe steak lagi, steak lagi. Emang loe ga merhatiin muka loe tuh dah kayak steak.”
“Hahahaha…tapi loe tetep suka kan…”
“Pede tingkat tinggi loe.”
“Ah…ngaku aja loe suka sama gue.kan…kan…kan…”
“Apaan sih loe. Kita makan tapi resto lain.”
“Tapi di sana ada menu lain juga kok, loe tenang aja. Please…’dis.”
“Iyah, iyah kita ke sana. Puas loe.”
“Thank you Gadis, you’re very sweet.”
Aku memang tak akan pernah bisa menolak keinginan loe ‘ru, yang terpenting dalam hidupku saat ini adalah membuat loe bahagia.

********

“Kenapa muka loe? Loe baik-baik aja kan ‘ru?”
“Hu…belum sesuai harapan.”
“Apanya yang belum sesuai harapan?”
“Rasa steak ini?”
“Ha…maksud loe? sini gue cobain…”
“Nih.”
“Enak ah, dagingnya ngga terlalu matang ngga mentah juga, rempah-rempahnya berasa. Pas kok. Apanya yang kurang?”
“Tetap ngga sama.”
“Gue makin ngga ngerti deh…”
“Loe tahu kenapa gue suka banget datangi tiap resto steak?”
“Loe ngga pernah cerita Biru jadi mana gue tahu.”
“Ini gue lakuin untuk mengobati kerinduan gue. Kerinduan yang teramat sangat. Udah selesai belum loe? pulang yuk…”
“Apaaan…pulang…’kan loe belum selesai cerita.”
“Udah selesai ceritanya”
“Ha…Biru, loe jangan buat gue penasaran deh… lanjutin ceritanya.”
“Kan, gue bilang udahan ceritanya.”
“Biru, kita dah temenan lebih dari 3 tahun. Tapi loe ngga pernah sedikit pun cerita percintaan loe. Loe ngga percaya sama gue, loe ngga percaya sama persahabatan kita.”
“Bukan gitu ‘dis, gue percaya kok sama loe, loe sahabat terbaik gue.”
“Terus….”
“Penyesalan memang selalu di akhir, tak akan pernah mampir lebih dulu. Dia wanita baik, sangat baik malah, tulus mencintai dan meyayangi gue. Selalu ada saat gue butuhin, ngga pernah sedikit pun menjauh. Ngga pernah protes sama hobby gue yang ngga jelas, ngga pernah ngeluh meskipun gue ngga ada di sisinya, ngga pernah maksa gue jadi orang lain, dia berhasil menjadikan gue yang lebih baik tanpa gue harus jadi orang lain. Banyak hal yang udah dia kasih tapi sedikit banget yang bisa gue balas. Gue cuma bisa kasih goresan luka dalam di hatinya. Gue emang bodoh, terlalu bodoh, gue lepasin dia, gue biarin dia pergi menjauh hanya untuk sebuah keinginan gue yang semu.”
“Terus hubungan kerinduan loe sama steak.”
“Namanya, Rintik. Dia selalu berusaha buat gue bahagia. Dia tahu gue pecinta steak hingga suatu hari dia kasih kejutan manis. Dia kirim kotak makan siang berisi steak lengkap dengan kentang goreng dan sayurannya. Gue benar-benar ngga nyangka. Steak itu adalah steak buatannya sendiri yang khusus untuk gue karena ini adalah steak pertama yang dia buat.”
“Mmmmhhh…gue mulai paham. Terus, loe ngga berusaha untuk ngomonginnya lagi?”
“Gue mau banget ‘dis, gue mau dia nemenin sisa hidup gue.”
“Udah loe lakuin?”
“Setiap hari gue lakuin ‘dis.”
“Tapi, dia ga berubah, tetap dengan keputusannya? Wow…kayaknya Rintik benar-benar benci loe ‘ru.”
“Sepertinya.”
“OK, kalau gitu temuin gue sama dia. Biar gue yang ngomong. Gue ngga mau lihat sahabat gue terus memendam kerinduan.”
“Percuma ‘dis. Gue yakin usaha loe juga bakalan sia-sia.”
“Kok loe ngomong gitu sih, ‘kan belum dicoba. Loe ngga boleh pesimis gitu dong.”
“Gue ngga pesimis dan ngga pernah gue pesimis. Tapi memang kenyataannya usaha loe bakalan nemuin jalan buntu juga.”
“Biru…gue mohon, kasih gue kesempatan, please….”
“Gue sudah bilang percuma ‘dis, percuma. Dia udah pergi jauh.”
“Yah, loe cari dong. Gue bakalan bantuin loe terus sampai loe nemuin Rintik.”
“Dia sudah pergi ke tempat yang lebih membahagiakan, ‘dis. Tempat dimana ngga akan ada lagi orang yang bakalan nyakitin perasaannya lagi.”
“Jadi maksud loe?”
“Iya ‘dis.”
“Maafin gue Biru. Gue ngga bermaksud.”
“Sudah hampir satu tahun ini gue masukin banyak resto steak berharap menemukan sepotong steak dengan rasa yang sama, ketulusan sebagai pengobat kerinduan gue.”

********

Biru…mendengar dirimu menceritakan itu semua, rasanya hati ini benar-benar kacau. Aku marah, benci, kesal, bingung dan tak tahu harus aku apakan hati ini, perasaan ini.

Masihkah aku menyayangimu, masihkah aku mencintaimu, masihkah aku merindukanmu?

Tapi yang satu pasti aku akan selalu menjadi sahabat terbaikmu dan…kan ku buat steak baru special dengan rasa aku…

Dieng Plateu Trip

Finally…I’m here….Dieng Plateu…

Setelah menempuh perjalanan panjang kurang lebih 12 jam melalui jalur selatan yang sangat melelahkan…Alhamdulillah ya…

Ini keinginan aku dari tahun lalu…Alhamdulillah kesampaian juga dan ini adalah second trip aku di tahun ini…yeaahhh…
padahal jaraknya baru sebulan lho..aduuuhhhh..kapan bisa nabung yah…qiqiqiqi..di perut aja deh nabungnya…qiqiqi..

Untuk trip kedua kali ini aku ditemani sahabatku kembali Orin dan sang mataharinya…qiqiqiqi..jadi tukang poto lagi deh..

Kesan pertama…Subhanallah…sepanjang mata memandang hanya hamparan perbukitan yang menghijau yang dipenuhi tanaman sayuran dengan hasil utamanya adalah kentang dan kubis.

Dataran tinggi Dieng berada di ketinggian lebih dari 2092m dari permukaan laut so pasti sudah bisa ditebak dong suhunya seperti apa. Suhu di siang hari di kisaran 12-17 derajat dan di malam hari dingiiiiin gilaaaa…menusuk sampai ke tulang..asap pun berhamburan keluar setiap kali bicara #norak mode on# Khusus di bulan Juli – Agustus suhu di malam hari bisa mencapai titik beku…bbbbrrrrr…Embun yang menempel di dedaunan akan mengkristal..ngga usah jauh-jauh ke luar negeri, latihan dulu di sini..qiqiqiqi…

Dingin yang benar-benar menakjubkan ditambah hujan yang terus mengguyur semalaman..mampat dibuatnya hidung aku ini. 2 selimut, 1 jaket tebal, 1 sweater, kaos kaki, sarung tangan hanya mengurangi beberapa persen saja dari si duper dingin ini.

Cukup untuk laporan di hari ini ya..karena kami akan bersiap-siap bertempur melawan cuaca dingin di jam 4 pagi ini untuk menikmati sunrise di Sikunir…CeMAngKA…

Sweet Thing

Berharap mengurangi sedikit penat dengan menikmati secangkir hot cappucino sepulang kerja apalagi di akhir bulan begini saat si pundi sudah terisi kembali…qiqiqiqi…sah-sah saja kan…apalagi jika ditemani orang-orang terkasih…mmmmhhhh…bakalan tambah nikmat nih…*Alhamdulillah..you have already here with me*

Setelah sekitar 10 menit dalam penantian, ini dia…akhirnya pesananku datang juga dan uuupppzzz…apa itu…satu sudut mataku menangkap sesuatu..apa itu..mmmhhh…kalimat yang manis, sederhana dan mendalam yang tertulis apik di sebuah tissue yang disediakan coffee shop ini.

“Nothing is sweeter than the togetherness we share.”

Kalimat yang menggoda pikiranku untuk terus menari.

Mmmmmhhh…memang tak ada hal yang paling manis dan indah selain dari kebersamaan yang selalu kita bagikan.

Kebersamaan memang selalu dinantikan, kebersamaan memang selalu dirindukan karena Kebersamaan selalu mendatangkan senyum dan tawa, kebersamaan selalu mendatangkan cerita indah dan manis dan kebersamaan selalu mendatangkan kebahagiaan.

Tapi, apakah kebersamaan ini sudah kita lakukan dengan tepat dan sesuai?

Kebersamaan dengan teman, sahabat, kekasih, pasangan hidup dan keluarga sudah cukup adilkah porsinya?
Sudah berkualitas jugakah kebersamaan yang dilakukan? atau hanya sekedar kumpul-kumpul tanpa ada ilmu yang bisa dijadikan bekal hidup? alias hanya membuang waktu saja

Mmmmhh…bahan renungan bersama di akhir pekan ya termasuk yang nulis… ๐Ÿ˜€ qiqiqi ๐Ÿ˜€

Have a great weekend plendz and get your sweetest togetherness ๐Ÿ˜‰

Mungkinkah…

Satu bulan sudah diriku tak menuliskan apapun…lahanku kering kerontang, sama sekali tak ada yang menghijau..
huuuffttt…sangat memprihatinkan..tak layak untuk ditiru..*sapa juga yang mau niru :p *

Kucoba kembali memberikan sedikit pupuk…mudah-mudahan bisa subur…Amiin..

*******

“Please, jangan pernah berubah. Kita pasti bisa lalui semua ini kok, selama kita percaya dan yakin dengan hubungan ini.”

Satu kalimat yang membuatku bertambah tak menentu. Satu sisi aku bahagia, kau begitu yakin akan diriku, memperjuangkan aku. Tapi di satu sisi aku takut,takut akan banyak orang yang tersakiti. Jauh di sudut hatiku yang masih menyimpan baik nama dan kenangan akan dirinya berharap kalimat itu dari dirimu,pria yang mungkin masih aku cintai.

Apakah memang seperti ini sikap seseorang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus, menerima dirimu apa adanya, tetap melangkah maju terus berjuang untuk dirimu meskipun dunia tak lagi bersahabat?
Apakah bukan sebuah kekonyolan dan kebodohan belaka mengorbankan semua kebahagiaan dirinya untuk seseorang yang bukan siapa-siapa, bahkan tak adasedikit pun keistimewaan di dalamnya yang patut dibanggakan?

Aku mengenalnya tujuh tahun yang lalu dalam sebuah pertemuan kecil para penyuka fotografi. Perkenalan yang biasa saja, tak ada kesan istimewa sedikitpun yangbisa dikenang. Hingga suatu hari perusahaan tempatnya bekerja menjalin sebuah kerjasama dengan perusahaan tempat aku bekerja dan ternyata aku diberi tanggung jawab penuh untuk menanganinya sehingga mau tidak mau aku banyak berhubungan dengan dirinya karena dia adalah salah satu pemimpin perusahaan tersebut. Inilah yang membuat hubungan kami lambat laun menjadi akrab.

Pikirannya yang terbuka membuat kami bisa bertukar pikiran akan banyak hal ditambah lagi kedewasaan dan kesabarannya menghadapi aku yang masih cukup egoisini memberikan nilai lebih dihadapan ku. Hubungan kami pun meningkat dari hanya sekedar rekan kerja kini menjadi sahabat yang bercerita apapun termasuk masalah pribadi. Aku sudah menganggapnya sebagai seorang kakak laki-laki yang memang tak pernah aku miliki, karena aku adalah anak tunggal dan kedua orang tuaku meninggal sejak usiaku 9 tahun dalam sebuah kecelakaan. Aku pun dibesarkan oleh kakak dari almarhumah ibuku.

Dirinya sangat memperhatikan dan menjaga aku dengan sangat baik. Hingga pada satu titik semua perasaan ini berubah menjadi lebih mendalam dan hubungan kami menjadi lebih dari sekedar sahabat.

“Sejak kapan kau miliki rasa itu padaku?”

“Sejak pria itu terus menyakitimu, mempermainkan cinta tulusmu. Hatiku tidak terima kau diperlakukan seperti itu dan akhirnya rasa sayang ini pun terus tumbuh dan tumbuh. Perasaan ingin menjadi imammu pun menguat, menjagamu selalu, membuatmu terus merasakan kebahagiaan. Kamu marah ‘ra? kamu benci aku ‘ra?”

“Aku ga benci karena aku ga bisa menyalahkanmu, tak ada yang sanggup menahan apa yang ada di hati. Rasa sayang dan cinta tak pernah diundang, dia datangtiba-tiba. Aku hanya meminta jangan biarkan rasa itu terus tumbuh dan menguat lagi ya hingga akhirnya berakar dan tak mau pergi.”

“Kamu terlambat ‘ra…kamu terlambat…rasa ini sudah terpancang kuat. Akarnya sudah menjalar kemana-mana.”

“Tapi…”

“Kamu belum siap dengan takdirmu?”

“Jujur iya, aku belum siap.”

“Insya Allah aku bisa adil.”

“Aku ragu, bukan adil dalam hal materi tapi kasih sayang, waktu. Seorang ibu pun pasti ada yang lebih disayanginya.”

“Rara, please jangan tinggalin aku!”

“Yang aku pikirkan perasaan ibu, I don’t care what the people say, only my mom. Meskipun beliau bukan ibu kandungku tapi beliaulah yang merawatku dengan penuh kasih, aku ga mau menghancurkan perasaan beliau.”

“Apa aku perlu bicara dengan ibumu?”

“Jangaaan…itu sama saja kau membunuhku.”

“Tapi, aku ga mau kamu cari imam lain, hanya aku, cuman aku ‘ra.”

“Samudra…kamu keras kepala…”

“Please ‘ra…aku mohon…mmmhh…baiklah, meskipun ini tidak adil dan berat buatku, izinkan aku menjadi imammu sampai kamu menemukan imammu.”

Dua tahun sudah berlalu dan dirimu masih menjadi imamku. Aku tak tahu kemana hubungan ini akan berlabuh dan sampai kapan akan tetap seperti ini. Kau yang tak pernah pernah berubah sedikitpun, masih menyayangiku dan menjagaku, memastikan aku selalu bahagia dan nyaman bersamamu telah berhasil membuatku semakin terlena dan tak ingin menjauh dari kehidupanmu.

Mungkinkah ini benar-benar takdirku?
Mungkinkah kau imamku yang kutunggu selama ini?
Mungkinkah aku harus setia pada sang waktu hingga memberikan jawaban?

Mudiiiiiik….

Alhamdulillah, finally…hari ini tiba juga setelah menunggu hampir 10 bulan, sejak pembelian tiket promo di bulan Mei 2011..I’m going to Bali…

Yupzz, going to Bali is mean I’m mudik….meet my grandfather….Tapi, di perjalanan mudik kali ini akan sangat berbeda karena aku pergi bersama teman-temanku bukan dengan keluarga tercintaku.

Kami akan berada di Bali selama 5 hari, lumayan kan…daripada lumanyun…
Berbagai macam tempat pariwisata sudah dimasukan dalam daftar penjelajahan.

Ini adalah kali ketiga, aku dan teman-temanku melakukan trip setelah sebelumnya kami menjelajahi Bandung dan Yogyakarta. Tapi, sayang perjalanan kali ini kami kehilangan salah satu teman, dirinya mendadak tak bisa ikutan karena secara tiba-tiba juga Ayahanda tercintanya masuk ICU, semoga lekas sembuh ya ‘ta. We’re gonna miss u for this trip. Hopefully, you will join for the mext trip. Amiiiin…

Let’s cap cuuuuuzzz….

3I (Iqoh, Inu, Isyah)

Merekalah adik-adik tersayang ku. Keduanya masih berstatus sebagai seorang mahasiswa. Adik keduaku laki-laki, ia berkuliah di Bandung sedangkan si bungsu berkuliah di Jakarta.

Jarak kelahiran kami yang cukup jauh, yaitu 5 tahun tetap tidak mengurangi kedekatan kami. Kami tetap bisa saling bertukar cerita atau apapun tanpa rasa sungkan layaknya seorang sahabat. Bahkan terkadang jika adik laki-lakiku pulang dari bandung, entah mengapa rasa manjaku keluar, ingin diantar ke sini lah, dijemput pulang gawelah, pokoknya jabatan kakak itu lenyap deh…dan kalau tidak dituruti…mmmhhhh…seharian aku bakalan ngintilin sambil terus merengek…qiqiqi…ini kakaknya yang mana sih sebenarnya.

Tapi, sudah hampir satu bulan ini adikku sedang bersedih, belahan jiwanya telah berpindah tangan, sebuah motor ninja hijau kesayangannya. Sikapnya masih belum normal, sedih rasanya…tak tahu harus melakukan apa untuk membuatnya seperti dulu selain berdoa selalu padaNYA.ย  Jadi, untuk kepulangannya minggu lalu ke rumah, aku tak bisa bermanja… ๐Ÿ˜ฆ

Aku sedang kehilangan sosoknya…

Sedangkan ceritaย  si bungsu kali ini adalah Sebuah cerita yang selalu saja muncul entah itu menonton, belanja-belanji atau sekedar jalan-jalan.

Cerita apa itu…Coba diperhatikan kembali wajah kami berdua..Perhatikan dengan seksama, jangan sampai kedip ya…
Sudah tahu kan…
Kami selalu dikira sebagai anak kembar…waduuuuhhh…kembar maksa, ini siapa yang terlihat muda dan siapa yang terlihat tua ya…qiqiqi…jadi ngga enak hati #mesam-mesem sok manis# ๐Ÿ™‚

Kalau sudah ada yang ngomong begini, bisa ditebak dong siapa bibirnya yang paling manyun…
“Gue kembaran ama loe…!!!” langsung menggerutu.
“Hahaha…awet muda dong gue.”

Perbedaan 10 tahun tahun sepertinya tak nampak, memang awet muda kan diriku…hallahh…narsis…

Aku mencintai dan menyayangi kalian…maaf belum bisa menjadi kakak yang baik yang bisa kalian andalkan.
Kakak berdoa semoga kalian menjadi pribadi-pribadi tangguh, mandiri, tak pernah menjauh dariNya dan menjadi kebanggaan orang tua.

Semoga cerita ini bisa membantu adik laki-lakiku mengurangi rasa sedihnya dan juga sebagai kado untuk adik bungsuku yang akan berulang tahun di tanggal 18 Maret 2012 nanti. Selamat menjadi wanita dewasa yang harus lebih pandai menjaga sikap dan tercapai semua cita-citanya. Amiiin…

Aku sayang kalian……

 

Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY: ย Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra. ย 

Looking for The Inspiration

Demi mencari secerca inspirasi yang sempat terputus hampir satu bulanplus mencairkan rasa malas yang telah membatu, akhirnya aku putuskan untuk mengunjungi Islamic Book Fair di Istora Senayan.

Islamic Book Fair ini sebenarnya bukan hal aneh untuk aku, hampir setiap tahun pasti aku sempatkan untuk mengunjunginya. Berharap menemukan bukuatau novel incaran dengan harga miring…qiqiqi…#tetep nyarinya diskonan# ๐Ÿ™‚

Tapi untuk kunjungan kali ini misi sedikit berubah dan walaaaa…ternyata bagai gayung bersambut, misi ini bisa dikatakan cukup sukses karena ternyata aku datang di hari yang tepat. Aku berhasil bertemu dengan Bang Darwis alias Tere Liye penulis novel anak-anak, yang salah satu novelnya sudah difilmkan, “Hapalan Shalat Delisa”…film yang berhasil membuat seorang preman penuh tato menangis di pojokan bioskop…qiqiqi…dan novel-novel lainnya yang sudah dibuat sinetronnya dan sudah tayang di salah satu televisi swasta “Anak Kaki Langit”

Dalam bedah buku yang meskipun tidak terlalu lama ini, tetap banyak ilmu yang bisa diperoleh dan salah satunya pencarian inspirasi. Seorang Tere Liye pun ternyata pernah tak menulis sama sekali selama 6 bulan…owwww…owwww…dan setiap penulis pastinya memang pernah mengalami ini ya…apalagi diriku yang bukan penulis beneran…qiqiqi…

Menulislah bukan karena paksaan, menulislah karena menulis memang sebuah kegiatan yang menyenangkan maka si ide pun akan tetap ada, jangan pernah tanyakan darimana sebuah ide itu datang, karena pasti seorang penulis hebat pun akan kebingungan menjawabnya. Tidak jauh berbeda saat kita menanyakan kepada Ibunda tercinta kenapa masakannya bisa begitu lezat karena pasti beliau juga akan kebingungan menjawabnya, akhirnya hanya menjawab “ya dimasak aja” atau “tinggal masuk-masukin aja kok terus kasih bumbu deh.” sekarang tinggal kita deh yang kebingungan. Cukup untuk bisa memberikan diriku sebuah pencerahan.

Bonus lain dari kunjungan kali ini adalah…book signing by Asma Nadia…yeaaahhh…#norak mode on# plus bisa futu bareng…qiqiqi…#adooohh tambah norak# ๐Ÿ˜€

Asma Nadia merupakan salah satu penulis favoritku, pertama kali aku mengenalnya saat masih duduk di Sekolah Menengah Atas, mungkin karena bahasanya yang sangat mudah dicerna untuk aku yang dulu tak terlalu suka membaca alias cepat bosan…qiqiqi…plus banyak cerpen yang menceritakan kisah-kisah romantis islami ala anak abg…qiqiqi…

Alhamdulillah sekali ya…sesuatu…
Jalan pasti selalu terbuka untuk mereka yang mau mencari dan terus berusaha.

Oh iya…mumpung belum lupa, pameran ini berlangsung dari tanggal 09 – 18 Maret 2012 so masih ada waktu kok yang weekend ini belum punya acara.

Terima kasih untuk lukanya

Yeaaahhhh…akhirnya bisa meramaikan dunia per GA an lagi, ngga peduli bakalan menang atau kalah tapi ngarep banget sama bukunya… :)qiqiqi ๐Ÿ™‚ ..yang terpenting bisa ambil bagian, iya too ๐Ÿ˜‰

Tema GA kali masih berkutat pada masalah cinta dan kasih sayang, tema yang paling asyik dan punya banyak cerita yang ngga akan pernah habis.

Siapa yang paling berharga dalam hidupku?

Mmmhh…#pasang tampang serius# rasanya semua orang yang pernah dan masih hadir dalam kehidupanku hingga saat ini sangatlah berharga. Masing-masing dari mereka memiliki peran berbeda yang Alhamdulillah membuat hidupku semakin penuh warna.

Tak terkecuali, dia, dia, dan dia yang telah menggoreskan luka di hati, mengacak-acaknya lalu pergi tanpa beban dan akhirnya membiarkan aku sendiri yang menyembuhkan luka.

Kekuatan mereka sungguh hebat…

Karena merekalah aku didekatkan dengan kebaikan dan keindahan.
Karena merekalah aku menjadi lebih bermanfaat.
Karena merekalah aku menjadi lebih mandiri.
Karena merekalah aku menjadi lebih berani.
Karena merekalah aku menjadi lebih tegar.
Karena merekalah aku menjadi lebih bijak
Karena merekalah aku menjadi lebih sabar.
Karena merekalah aku menjadi lebih ikhlas.
Karena merekalah aku menjadi lebih bersyukur.
Karena merekalah aku menjadi lebih dekat dengan Engkau.
Semoga kehadiran mereka juga bisa menuntun aku meraih kebahagiaan dunia akherat…AMIN…

Hati yang sempurna bukanlah hati yang tanpa luka tapi hati yang penuh tambalan karena terlalu sering berbagi.

Puji syukur kepadaMu yang telah bersedia menghadirkan mereka dalam kehidupan indahku.

Berkahilah kehidupan mereka selalu seperti diriMu yang telah memberikan aku begitu banyak keberkahan.
Baikan hati mereka seperti diriMu yang telah membawa aku ke dalam berjuta kebaikan.
Hebatkan mereka seperti diriMu yang telah menghebatkan aku dan duniaku.

Inilah bentuk rasa terima kasihku yang terdalam untuk jasa-jasa kalian, maaf aku hanya bisa membalas kalian dengan sebuah doa dan harapan bahwa kalian akan tetap menjadikan diriku bagian terindah dari kehidupan kalian.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain

Aside

Ayooo…siapa saat ini yang sedang dilanda cemburu…sok jaim deh…

Santai man…cemburu itu wajar kok, sangat manuasiawi…so ngga usah takut atau malu ya….ngaku aja tak perlu susah-susah menghindar mencari berbagai macam alasan…#diriku banget tuh…qiqiqi#

Semua orang pasti pernah cemburu, Seorang Siti Aisyah RA yang sangat disayangi Rasulullah pun pernah cemburu. ALLAH pun pencemburu juga lho…tapi pasti berbeda cemburunya ALLAH sama kita-kita mahlukNYA yang penuh dosa ini, jadi hati-hati jangan sampai membuat ALLAH cemburu ya..

Penyakit cemburu tak pernah mengenal usia, gender, jabatan, ataupun harta. Cemburu pun bisa disebabkan oleh banyak hal, tak harus melulu karena lawan jenis, karena orang tua, mertua, saudara, teman, benda, dan hobi pun bisa sangat mungkin terjadi.

Nah, yang menjadikan cemburu mendapat perlakuan yang berbeda tentu sangat bergantung dari pihak yang sedang menderitanya. Cemburu bisa menjadi hal negatif jika sudah terkontaminasi dengan hawa nafsu syaitan yang membabi buta. Tapi, cemburu juga bisa juga menjadi hal yang positif jika disikapi dengan ketenangan dan kedewasaan berpikir artinya logika tidak lumpuh seketika tapi justru si emosilah yang kebingungan mencari jalan untuk menyulut. Hati boleh panas tetapi kepala harus tetap adem doong.

Seperti pernah diungkapkan Pak MT bahwa emosi hanyalah sebuah getaran di hati dan yang membawa si emosi ini menjadi negatif atau positif adalah diri kita sendiri begitu pun cemburu.

Dalam buku terbaru Asma Nadia ini “Catatan Hati yang Cemburu” akan mengulas banyak tentang rasa cemburu yang sering dirasakan para istri terhadap hal-hal tersebut tadi yang disajikan dalam bentuk cerita-cerita dari para pelaku dengan penggunaan bahasa yang sangat mudah dicerna tanpa harus membacanya berulang-ulang serta bagaimana cara menghadapinya dengan bonus cara mengenali objek cemburu dan tips cemburu yang cantik #cemburu aja bisa cantik dan elegan kan…#

Sebuah pelajaran berharga yang akan sangat membantu mengelola rasa cemburu agar tidak berujung pada sebuah kehancuran teramat dalam yang akan disesali seumur hidup.

“Catatan Hati yang Cemburu” merupakan seri berikutnya dari “sakinah Bersamamu” dan “Catatan Harian Seorang Istri” buku yang menurutku wajib dimiliki dan dibaca tidak hanya untuk para istri atau ibu rumah tangga, para suami serta calon suami dan istri pun harus juga kudu atau siapapun yang saat ini sedang menata hati untuk meraih kebahagiaan dunia akherat.

Untuk masalah harga tidak perlu khawatir, buku ini cukup dibandrol dengan satu lembar puluhan warna biru, Kalau beli di Islamic Book Fair sih masih bisa kembalian lho…qiqiqi…#promosi mode on#

Cinta, aku ingin tua bersamamu menatap anak-anak
yang meneruskan jejak kita tanpa perlu sesaat pun
merasa khawatir hatimu akan meninggalkankuย (Asma Nadia)

Cemburu