Perjuangan Indah “Curug Cimahi”

Jalan-jalan…wow…siapa ayo yang ngga suka dengan kegiatan ini…ngacuuung…rasanya dari anak-anak sampai lanjut usia suka ya dengan jalan-jalan.

Nah…kalau memang sudah ada di Kota Bandung gimana kalau Keke sama Nai sekalian mampir ke tempat ini yah, wisata alam yang seru lho…plus murah meriah cukup dengan Rp. 10.000 saja.

Nama tempatnya Curug Cimahi, kalau dalam bahasa Indonesia Curug itu berarti air terjun. Lokasinya masuk kawasan wisata Lembang jadi pastinya tempatnya suejuk buanget lho…

Tapi memang tidak mudah sih untuk menikmati keindahan pesona si curug, kalian harus berjuang dulu karena harus menuruni 687 anak tangga mulai dari pintu gerbang…weleh…weleh…dah lemes duluan yaaahh…kalian kan anak-anak hebat jadi jangan menyerah, perjuangan kalian akan terbayar indah lho…namanya juga curug tertinggi di Bandung jadi….

Image

Anak tangga siap menantang kalian

Sambil berolahraga menuruni anak tangga kalian akan terus digoda keindahan si curug, hati-hati kalian akan terus dipancing untuk terus mendekat.

Image

dari kejauhan sudah menggoda

Oh iya kalau kalian beruntung, terkadang di sini juga bisa muncul pelangi lho..

Nah…ini dia…si Curug Cimahi yang memukau…

Image

perjuangan pun terbayar…indah…

Airnya benar-benar dingin dan sejuuuukkk….segarnya….rasa lelah langsung hilang capek pun terlupakan. Dijamin pasti kalian mau langsung nyemplung berbasah ria.

pengen mandiii....

pengen mandiii….

Jadi kalau mampir ke sini jangan lupa bawa baju ganti yah plus payungnya juga jadi kalian ngga bernasib sama seperti kakak berdua gini deh…

Image

kuyuuuuuppppp

Selamat jalan-jalan seru ya Keke, Nai….

1st Giveaway: Jalan-jalan Seru Untuk Keke dan Nai

*********

Mudah-mudahan GA yang ini ngga telat lagi…huuufffttt…*keringat terus bercucuran*

Srikandi in Sensing

Setelah bergalau ria menyeleksi koleksi foto yang jumlahnya ratusan…hayyyahhh….

Inilah foto yang terpilih untuk diikutsertakan dalam acaranya Pak Dhe, mudah-mudahan sesuai tema.

ImageKegiatan ini merupakan sensing yang aku lakukan sekitar 2 tahun lalu bersama teman-teman kuliah. Salah satu tahapan yang harus dilakukan untuk memperoleh program yang tepat sasaran.

Bertempat di salah satu perkampungan nelayan di pinggir Kota Jakarta, Marunda Kepu.  Cukup terkejut saat pertama kali datang mengunjungi, hampir tak percaya kalau lokasinya masih berada di ibukota negara Indonesia tercintaku, mau tahu lebih…di sini lho…

Kami berdiskusi dengan para ibu rumah tangga istri para nelayan…upppzzz bukan diskusi tapi mungkin lebih tepat mendengarkan curhatan mereka, bagaimana mereka berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan pendapatan seadanya dan keinginan-keinginan mereka untuk masa depan anak-anak mereka.

Aku memang belum bisa melakukan banyak hal untuk mereka tapi mungkin dengan mendengarkan keluh kesah mampu meringankan sedikit beban di pundak mereka.

Selamat Hari Kartini….

Kartini yang cerdas dan Srikandi yang gagah berani semoga tertanam dalam jiwa wanita-wanita Indonesia hingga mampu menaklukan dunia.

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Sehari Menjadi Srikandi.

******

Always in last minute…adeuuuuhhh…*tepok jidat geleng-geleng guling-guling*

My Debut with “Noda”

Akhirnya, inilah debutku setelah beberapa bulan menghilang diantara kepenatan hidup…jiaaahhh..*lebay bin ngeles*…meskipun yakin ngga memenuhi syarat tapi tetap semangat nulis dan ngirim…qiqiqi….

Cekidot yuk…

*******

Cerita di balik noda….mmmmhhh….ada cerita apa ya di balik noda…

Sebelum si noda bercerita, bagaimana kalau kita kenalan sama si noda dulu yuk…

Noda, hal pertama yang langsung nyangkut  itu…kotoran, pakaian, cucian deh. Kalau menurut KBBI noda adalah noktah, bercak, cela, cacat, aib (2003, p: 785).

Mmmhh…sepertinya hampir tidak ada kata positif yang mampir ya. Tapi apa benar, memang tidak ada sama sekali hal positif.

Nah…di buku ini ternyata jawabannya…”Cerita di Balik Noda”.

Terdapat 42 kisah sederhana yang begitu menyentuh penuh inspirasi yang banyak terjadi di kehidupan sehari-hari. Hasil tulisan para emak mengenai anak-anak mereka yang memang selalu bersentuhan dengan si noda. Meskipun ditulis dengan gaya bahasa biasa, ringan tanpa embel-embel bahasa kiasan dan terkadang terkesan kaku tapi tetap menarik hati untuk terus beralih dari satu cerita ke cerita lainnya bahkan masih sanggup membuat ujung mata ini berair.

Banyak hikmah yang bisa dipetik, hal indah yang bisa dikenang, kasih sayang, keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, perjuangan, kepedulian, ketulusan, kejujuran, kemandirian, kedisplinan.

Hal biasa menjadi ruarrrr biasa…kata-kata negatif pun berubah menjadi kata-kata positif.

Bukan hanya isi cerita yang menarik, cover buku pun komunikatif, benang merah sudah terlihat jelas. Latar putih yang terkesan mengibaratkan anak-anak yang memang masih polos dengan sedikit cipratan noda tanah kecoklatan, warna huruf yang coklat pun menjadi satu kesatuan. Sederhana, tepat sasaran, menarik mata untuk mendekat, memegang, membaca sipnosisnya, sedikit menengok isinya, dan mampir ke kasir deh…. 🙂

Satu buku paket kehidupan yang harus dimiliki para emak 😉

Image

Ternyata tak selamanya noda itu menakutkan, kotor itu menjijikan, karena berani kotor itu baik.

*******

Terkadang menjadi kotor merupakan cara Tuhan untuk menjadikan umatnya manusia yang lebih baik dan bermanfaat.

*******

Hufftt…selesai juga…

3I (Iqoh, Inu, Isyah)

Merekalah adik-adik tersayang ku. Keduanya masih berstatus sebagai seorang mahasiswa. Adik keduaku laki-laki, ia berkuliah di Bandung sedangkan si bungsu berkuliah di Jakarta.

Jarak kelahiran kami yang cukup jauh, yaitu 5 tahun tetap tidak mengurangi kedekatan kami. Kami tetap bisa saling bertukar cerita atau apapun tanpa rasa sungkan layaknya seorang sahabat. Bahkan terkadang jika adik laki-lakiku pulang dari bandung, entah mengapa rasa manjaku keluar, ingin diantar ke sini lah, dijemput pulang gawelah, pokoknya jabatan kakak itu lenyap deh…dan kalau tidak dituruti…mmmhhhh…seharian aku bakalan ngintilin sambil terus merengek…qiqiqi…ini kakaknya yang mana sih sebenarnya.

Tapi, sudah hampir satu bulan ini adikku sedang bersedih, belahan jiwanya telah berpindah tangan, sebuah motor ninja hijau kesayangannya. Sikapnya masih belum normal, sedih rasanya…tak tahu harus melakukan apa untuk membuatnya seperti dulu selain berdoa selalu padaNYA.  Jadi, untuk kepulangannya minggu lalu ke rumah, aku tak bisa bermanja… 😦

Aku sedang kehilangan sosoknya…

Sedangkan cerita  si bungsu kali ini adalah Sebuah cerita yang selalu saja muncul entah itu menonton, belanja-belanji atau sekedar jalan-jalan.

Cerita apa itu…Coba diperhatikan kembali wajah kami berdua..Perhatikan dengan seksama, jangan sampai kedip ya…
Sudah tahu kan…
Kami selalu dikira sebagai anak kembar…waduuuuhhh…kembar maksa, ini siapa yang terlihat muda dan siapa yang terlihat tua ya…qiqiqi…jadi ngga enak hati #mesam-mesem sok manis# 🙂

Kalau sudah ada yang ngomong begini, bisa ditebak dong siapa bibirnya yang paling manyun…
“Gue kembaran ama loe…!!!” langsung menggerutu.
“Hahaha…awet muda dong gue.”

Perbedaan 10 tahun tahun sepertinya tak nampak, memang awet muda kan diriku…hallahh…narsis…

Aku mencintai dan menyayangi kalian…maaf belum bisa menjadi kakak yang baik yang bisa kalian andalkan.
Kakak berdoa semoga kalian menjadi pribadi-pribadi tangguh, mandiri, tak pernah menjauh dariNya dan menjadi kebanggaan orang tua.

Semoga cerita ini bisa membantu adik laki-lakiku mengurangi rasa sedihnya dan juga sebagai kado untuk adik bungsuku yang akan berulang tahun di tanggal 18 Maret 2012 nanti. Selamat menjadi wanita dewasa yang harus lebih pandai menjaga sikap dan tercapai semua cita-citanya. Amiiin…

Aku sayang kalian……

 

Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY:  Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra.  

Terima kasih untuk lukanya

Yeaaahhhh…akhirnya bisa meramaikan dunia per GA an lagi, ngga peduli bakalan menang atau kalah tapi ngarep banget sama bukunya… :)qiqiqi 🙂 ..yang terpenting bisa ambil bagian, iya too 😉

Tema GA kali masih berkutat pada masalah cinta dan kasih sayang, tema yang paling asyik dan punya banyak cerita yang ngga akan pernah habis.

Siapa yang paling berharga dalam hidupku?

Mmmhh…#pasang tampang serius# rasanya semua orang yang pernah dan masih hadir dalam kehidupanku hingga saat ini sangatlah berharga. Masing-masing dari mereka memiliki peran berbeda yang Alhamdulillah membuat hidupku semakin penuh warna.

Tak terkecuali, dia, dia, dan dia yang telah menggoreskan luka di hati, mengacak-acaknya lalu pergi tanpa beban dan akhirnya membiarkan aku sendiri yang menyembuhkan luka.

Kekuatan mereka sungguh hebat…

Karena merekalah aku didekatkan dengan kebaikan dan keindahan.
Karena merekalah aku menjadi lebih bermanfaat.
Karena merekalah aku menjadi lebih mandiri.
Karena merekalah aku menjadi lebih berani.
Karena merekalah aku menjadi lebih tegar.
Karena merekalah aku menjadi lebih bijak
Karena merekalah aku menjadi lebih sabar.
Karena merekalah aku menjadi lebih ikhlas.
Karena merekalah aku menjadi lebih bersyukur.
Karena merekalah aku menjadi lebih dekat dengan Engkau.
Semoga kehadiran mereka juga bisa menuntun aku meraih kebahagiaan dunia akherat…AMIN…

Hati yang sempurna bukanlah hati yang tanpa luka tapi hati yang penuh tambalan karena terlalu sering berbagi.

Puji syukur kepadaMu yang telah bersedia menghadirkan mereka dalam kehidupan indahku.

Berkahilah kehidupan mereka selalu seperti diriMu yang telah memberikan aku begitu banyak keberkahan.
Baikan hati mereka seperti diriMu yang telah membawa aku ke dalam berjuta kebaikan.
Hebatkan mereka seperti diriMu yang telah menghebatkan aku dan duniaku.

Inilah bentuk rasa terima kasihku yang terdalam untuk jasa-jasa kalian, maaf aku hanya bisa membalas kalian dengan sebuah doa dan harapan bahwa kalian akan tetap menjadikan diriku bagian terindah dari kehidupan kalian.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain

Solitaire dan Sendirian

Solitaire…mmmhh…sepertinya sudah lama banget ga mainin  permainan ini, jadi pengen main dulu…cobain aaaahhh…..

Solitaire, salah satu jenis permainan kartu yang memang dilakukan sendirian tanpa pasangan. Permainan yang pasti ada di setiap komputer tapi sayangnya tidak untuk komputer kantorku, semua jenis permainan memang tidak diijinkan. Padahal lumayan kan untuk membunuh kebosanan saat semua pekerjaan telah terselesaikan. Permainan yang baru hari ini aku benar-benar bisa memainkannya hahaha… 🙂  Kalau yang dulu asal mindah-mindahin kartu aja, ga pake strategi.

Jika sudah memainkan permainan ini, dunia benar-benar milik sendiri, yang lain ngontrak deh, buat lupa segalanya. Pertama mengenal permainan ini, mungkin saat pertama kali komputer memasuki rumah kecil kami *norak ga sih* karena sudah punya sendiri kan jadi bisa leluasa mengutak-atik. Lalu untuk hal lainnya…apa suka dilakukan sendirian juga…?

Mmmmhh…jujur  ya sebenarnya aku tidak suka sendirian karena aku suka bersosialisasi, aku senang berteman, aku senang melakukan semuanya bersama-sama dan meskipun terkadang sampai saat ini masih suka bergantung pada Ibu, terutama saat rasa ingin dimanja datang bukan berarti aku ga bisa melakukan sesuatu sendirian lho… buktinya banyak hal yang masih aku suka lakukan sendirian hingga saat ini.

Sejak kecil sebenarnya aku sudah terbiasa melakukan hampir semuanya sendirian. Apalagi aku sebagai anak tertua, dituntut harus bisa mandiri, dan hingga hari ini kami tidak pernah menyewa jasa pembantu. Selain memang tidak puas dengan pekerjaan mereka juga karena gaji ayah tidak mencukupi untuk menyewa seorang jasa pembantu, uang jasa pembantu bisa kami gunakan untuk membiayai sekolah atau membeli peralatan sekolah, terlebih lagi sekarang ini, Ayah sudah tak ada lagi.

Ibu sering sekali mengatakan jangan terlalu bergantung pada orang, jika bisa dilakukan sendiri, lakukanlah sendiri.

Sejak memasuki usia sekolah pun, hampir semua pekerjaan rumah aku kerjakan sendiri, tak perduli salah atau benar yang penting aku sudah mengerjakannya. Untuk menuju sekolah saja aku tak suka diantar, aku lebih suka sendirian atau bersama teman. Pernah saat kelas 3 SD aku berteriak keras pada Ibu, Astagfirullah jadi berdosa, waktu itu aku kesal karena Ibu terus memaksa aku untuk naik jemputan padahal aku lebih suka naik sepeda. Maafkan aku ya bu… 🙂

Saat memilih SMP , SMA dan Universitas pun pun aku tak suka yang dekat rumah, aku lebih memilih yang jauh, selain aku memang ingin mandiri, aku ingin punya teman lebih banyak di luar dan nilai lebihnya lagi aku bisa jadi hapal jalan. Aku yang lahir di Jakarta, besar di Bekasi tapi ternyata lebih hapal kota Bandung.

Dan ternyata juga, sejak sekolah dasar aku sudah bisa menghasilkan uang, walaupun tidak banyak tapi cukuplah untuk jajan. Sebagian uang jajan yang diberikan Ibu aku sisihkan untuk aku jadikan modal berjualan, jualannya pun masih kecil-kecilan, hanya sebatas jajanan anak-anak. Aku berjualan tepat di depan rumah, dagangan aku gelar saja begitu saja, pembelinya pun juga hanya teman-teman sepermainan tapi kalau ingat ternyata cukup berpengaruh juga menjadikan aku yang sekarang ini dan suka senyum-senyum sendiri kok aku bisa punya pikiran itu ya… 🙂

Alhamdulillah,ternyata kemandirianku sudah terpupuk sejak lama.

Dan 4 tahun belakangan ini lebih banyak  lagi hal yang aku lakukan sendiri karena hampir semua teman-temanku sudah berkeluarga, tentu tidak mudah lagi mengajak mereka untuk pergi nonton, shopping, apalagi jalan-jalan yang mengharuskan menginap. Tapi, untuk menonton aku belum mencobanya, dan sepertinya aku harus mencobanya 😉

Faktu baru, ternyata aku lebih suka melakukan shopping sendirian, berjalan menyusuri  toko-toko, memasukinya satu persatu lalu aku beli apa yang aku suka, pantas, dan pastinya sesuai dengan isi kantong. Dengan shopping sendirian aku bisa benar-benar menikmati tanpa harus ada perasaan kasihan pada teman yang menemaniku shopping, pasti menjemukan dan membosankan menunggu orang yang sedang asyik pilah-pilih.  Selain itu, aku lebih fokus pada apa yang akan aku beli bukan pada barang yang sebenarnya aku ga butuhin. Barang-barang yang aku punya memang lebih banyak hasil perburuanku seorang diri.

Lalu, memasak…memang aku jarang memasak tapi bukan berarti aku ga bisa memasak lho, aku justru hobi memasak, aku senang bereksperimen resep-resep baru dan ini biasa aku lakukan sendiri. Mulai dari pembelian bahan-bahan hingga tersaji manis di meja makan. Aku sangat menikmati saat-saat di dapur bahkan tanpa sadar bisa 2 jam an lebih di dapur…#ngapain aja yak…qiqiqi…#

Saat sedih melanda, aku benar- benar suka menyendiri, menghabiskan waktu di pulau terindahku, pulau kapuk, membaca novel, menulis blog, atau curhat dengan teman setiaku, bantal, guling dan pastinya Sang Pemilik aku.

Tidak ada yang aneh kok melakukan sesuatu itu sendirian, mungkin dengan melakukannya sendirian membuat kita banyak belajar untuk mencintai dan menghargai diri sendiri. Toh saat kita menghadapNya kelak pun kita akan sendirian, berada di ruang sempit, gelap, pekat tanpa udara, SENDIRIAN

Tulisan ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY :  PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamperenique.

Ingin ke mana…?

Ke sini aja deh…menyusuri hatimu yang tak bertepi, pria impianku, menikmati indahnya surga dunia dan Insya Allah surga akherat, Amiiin…#lho kok ngaco gini#….qiqiqi…please ignore #terlalu jujur buanget… :)hahaha… :)#

But, I have one place that I really really want to visit, ga usah pake keluar negeri cukup di Indonesia aja, karena jujur aku kurang begitu tertarik untuk jalan-jalan keluar negeri #ga punya pasport :)# sebelum mengelilingi Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Indonesia itu indah kawan! tapi kalau ada yang ngasih gratisan ke luar sih ga nolak… :)hahaha :)…

Ini dia…salah satu tempat impianku, Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, apalagi setelah baca tulisannya Kakak Gaphe, cuma bisa ngelap air liur yang terus berjatuhan…*iiiihhh….jorok* ditambah belum lama ini nonton acara travelling di salah satu TV nasional ngebahas hal yang sama…waduuuhhh…bikin tambah meriang aja.

Rinjani seperti layaknya seorang wanita, memiliki magnet luar biasa, yang berhasil membuat siapa pun yang melihatnya berdecak kagum. Rinjani melambangkan kecantikan yang penuh kekuatan, keteguhan, dan kesetiaan. Apalagi dengan Danau Segara Anaknya, pelengkap yang membuatnya semakin …Subhanallah…makin meriaaaanggg…semakin ingin mendakinya dan berada di puncaknya, menikmati udara dingin yang menerpa wajah, menghirupnya dalam hingga terasa ke jantung dan bercampur dengan aliran darah. Subhanallah…

cantik dan eksotis

Jika sudah di puncak tentu harus menikmati sunrise atau sunsetnya dan bakalan terasa makin indah jika ditemani dengan seseorang yang dicinta…wuaaahhh…punya khayalan pengen dilamar pas sunset di Rinjani dan lanjut menikmati sunrise yang menandai dimulainya kehidupan dan harapan baru, dengan tak lupa melaksanakan shalat shubuh berjamaah…Subhanallah…

sunset, saatnya menyusun harapan baru

Sunrise, hidup baru harapan baru

Aku sendiri ga tau pasti kenapa aku pengen banget ke sana, ga perlu alasan khusus kan untuk menyukai sesuatu jika hati sudah menunjukkan dan merasa nyaman dengannya 😉

Cerita impian ini diikutsertakan di GiveAway Siti Rasuna “Ingin ke mana?”

Photobucket

*Sumber gambar: mbah Google*

Menikahlah Denganku

“Menikahlah denganku?” pintamu berulang kali dan berulang kali pula aku katakan tidak, ya aku selalu menolaknya tapi sepertinya tak pernah ada kata menyerah dalam kamusmu. Kau selalu mengulanginya…lagi, lagi dan lagi.

Kau tahu pasti alasan aku menolakmu walaupun dalam hati aku ingin sekali berteriak memelukmu mengatakan iya. Tapi kau tak perduli, cintamu padaku telah membuatmu tak bisa berpikir tentang masa depanmu lagi. Kaulah pria terbodoh yang pernah aku kenal.

Aku tak ingin belas kasihmu, aku tak ingin membebanimu, aku tak ingin kehidupanmu yang telah sempurna menjadi rusak hanya karena aku. Aku tak mau hidupmu kau habiskan hanya untuk melayaniku, menemaniku dari satu operasi ke operasi lainnya, dari satu terapi ke terapi lainnya. Aku tak ingin dan tak mau. Aku tak ikhlas membuatmu merasakan penderitaan yang aku rasakan.

Aku bukanlah wanita sempurna, kau paham benar tentang itu, tapi kau tetap ada di sisiku, selalu setia menemaniku melewati hari-hari terberatku, tak pernah sedetik pun beranjak dari sisiku.

”Izinkan aku menemanimu! Izinkan aku merasakan penderitaanmu! Aku mencintaimu bukan karena apa yang terjadi padamu aku mencintaimu karena dirimu adalah Pelangi, pelangi hatiku.” kalimat yang senantiasa kau ucapkan saat rasa sakit di payudara ini datang menyerang memberikan sedikit kedamaian dan ketenangan di jiwaku yang hampir putus asa.

Aku benar-benar lelah dengan apa yang kau telah kau lakukan, hatiku menyerah kau berhasil meyakinkan hati dan penyakitku bahwa aku memang butuh dirimu sebagai kekuatanku.

Tapi hari ini aku menyesalinya, sangat menyesalinya, andai saja aku terus melawan keegoan hatiku, tetap gigih dengan logikaku untuk tidak menerimamu pasti kau telah berhasil menjemput impian-impian hebatmu, menjadi kesatria bagi semua orang bukan di sini di dalam gundukan tanah yang gelap, dingin dan pengap.

Kebodohanmu yang selalu ingin terus menemaniku merasakan penderitaan ini membuatmu tak berpikir tentang kesehatanmu yang dari hari ke hari semakin menurun, tak ada gurat kesakitan yang menghias hanya tawa lepas yang tersisa. Kau lebih menderita dari aku. Aku memang jahat, berhasil memasukanmu dalam penjara penuh penderitaan.

Maafkan aku Tuhan…

*Judul kedua di hari ke 15 #15HariNblogFF*

Asa Biasa Yang Tak Biasa

Mencoba berpuisi yang tak biasa dalam keadaan tak biasa 🙂

Asa Biasa Yang Tak Biasa

Rasa itu kembali datang menyelinap

Mengendap-endap bersama angin malam

Mengetuk pintu hati yang telah terkunci rapat

Memaksaku tanpa letih untuk menyebut satu nama

Satu nama yang telah memenuhi sel-sel otakku

Mengisi satu ruang di sudut hatiku

Sebuah nama yang tak ingin aku ganti

Tak mampu aku berharap lebih

Cukuplah aku hanya dengan merindumu saja

Cukuplah aku hanya dengan melihat senyummu saja

Cukuplah aku hanya dengan memelukmu dalam doa-doa panjangku saja

Inilah asa biasa yang tak biasa dari aku yang biasa untuk dirimu yang luar biasa

“Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML“.

Bapak sudah pulang…

*Izin sikat habis semua kategori ya Jeng….. 🙂 *

*****

Masih kuingat dengan baik tanggal 3 Januari 2009 sekitar pukul 11 malam, tanggal bersejarah yang ga akan pernah terlupakan.

Tiba-tiba handphoneku berdering beberapa kali, aku tak segera mengangkatnya karena nomor itu tidak ada di daftar kontakku. Ya aku memang jarang mengangkat telepon dari nomor yang tidak aku kenal, jikapun dia memang membutuhkan pasti dia akan menelpon kembali atau mengirimkan sms.

“Bapak ga ada.” suara di seberang sana memberitahu.

“Bapak memang ga ada, bapak memang ga ada di sini.” Jawabku, aku bingung ini pernyataan atau pertanyaan dan telepon pun terputus, hingga hari ini aku tak tahu siapa yang menelpon.

Selang beberapa menit kemudian telepon rumah berdering, ibu yang mengangkatnya dan tangisan histeris ibu pun meledak memanggil diriku

“Kakak…bapakmu ga ada.”

Aku terdiam sesaat, masih tak mempercayai apa yang kudengar.

“Pastiin dulu bu, telpon yang lainnya.”

Sambil terus menangis ibu mencoba menghubungi teman-teman bapak yang lokasi rumahnya dekat dengan rumah dinas bapak. Sudah lebih dari 3 orang yang ibu hubungi dan sebagian menyatakan bapak memang sudah tak ada.

Aku lemas, benar-benar lemas, aku linglung, bingung…

Dalam hati kecilku, “Alhamdulillah…bapak pulang, Allah mengabulkan permohonanku tapi bukan pulang ke rumah dengan pakaian putin menyelimuti seluruh tubuhnya, terbujur kaku, bukan ini Ya Allah.”

Bapak sudah lebih dari 2 tahun tidak pulang ke rumah, terakhir aku bertemu bapak di tahun 2007 saat beliau menghadiri Rakernas di Jakarta dan kebetulan lokasi hotel tempat menginap beliau tidak jauh dari kantor jadi aku sempatkan untuk mampir.

Andai saja aku tahu kalau itu pertemuan terakhirku, aku pasti bersedia menerima tawarannya untuk menginap, bertukar cerita dan canda.

Aku adalah anak pertama dari istri pertama bapak, sejak keputusan bapak untuk menikah lagi hubungan kami memang menjadi renggang, hubungan kami kaku, menelpon atau mengirimkan sms hanya sekedarnya dan itupun sebulan hanya beberapa kali karena kiriman beliau yang tak kunjung datang.

Beliau tinggal di Palembang karena memang bertugas di sana. Beliau tak mengijinkan ibu untuk menemani karena ternyata istri kedua bapak sudah duluan ada di sana dan sejak itulah bapak sama sekali tak pernah pulang. Padahal bapak cukup sering ke tanah jawa karena istri kedua bapak memang berasal dari Jawa Barat tapi tak pernah sekalipun mampir ke rumah. Benar-benar menyakitkan, aku marah, aku benci.

Berat memang menerima keputusan bapak untuk berpoligami, apalagi aku tahu benar ibu merupakan seorang wanita yang sangat patuh, tak pernah menyusahkan bapak, tak pernah menuntut, selalu menyediakan kebutuhan bapak dengan baik. Entah apa yang membuat bapak mengambil keputusan itu.

Aku masih ingat benar pengakuan bapak bahwa bapak sudah menikah lagi. Sakit rasanya dan lebih sakit lagi saat melihat ibu yang benar-benar terluka dan shock. Ibu berteriak-teriak, “ceraikan ibu, ceraikan ibu.” dan aku hanya sanggup berkata, “nasi telah menjadi bubur yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah membuat bubur itu menjadi lebih nikmat, jika bapak memang berpoligami silahkan asalkan bapak bisa adil, adil dalam segala hal.” dan beliau menyanggupi itu.

Sejak saat itu hari-hari ibu selalu dipenuhi tangisan dan pertanyaan “Apa salah ibu? Apa salah ibu?”  berulang kali akupun menjawab, “kesalahan ibu hanya satu, ibu terlalu mencintai bapak, Allah ga suka, Allah cemburu sama ibu.”

Aku benar-benar sedih melihat kondisi ibuku yang semakin mengkhawatirkan, berat badannya turun drastis, wajahnya tampak lebih tua dari umurnya. Ibuku benar-benar mengalami depresi.

Hari demi hari kami mencoba melewati hari-hari berat ini di kota yang tanpa saudara dan kerabat, keadilan yang bapak janjikan ternyata hanya ada di awang-awang. Beliau memang masih mengirimkan kami uang bulanan tetapi itupun sekedarnya dan bulan ke bulan makin berkurang ditambah saat itu aku sedang menyusun skripsi tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit akhirnya untuk menutupinya ibu berjualan bakwan dan terkadang menerima pesanan catering. Kami pun hidup seadanya, benar-benar harus mengirit.

Alhamdulillah, kami memang sejak dulu bukan orang kaya, sudah terbiasa dengan kehidupan seadanya meskipun bapak sudah memiliki jabatan pun kami tetap seperti biasa. Mobil yang tersedia di garasi pun jarang sekali kami gunakan, bisa dihitung pergi menggunakan mobil. Kami lebih memilih jalan kaki atau ngangkot.

Sangat jauh berbeda dengan kehidupan istri kedua bapak, begitu menikmati fasilitas kantor, ke sana kemari ada supir yang siap mengantar dan pembantu yang siap melayani 24 jam.

Aku tak membenci bapak, aku membenci sikapnya yang tak tegas, yang ingkar janji akan berbuat adil. Biar bagaimana beliau tetap bapakku. Karena beliau aku ada, beliaulah yang mengenalkan aku pada dunia. Bapak yang selalu ada saat aku kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah, bapak yang selalu berdongeng atau mengusap-usap punggungku hingga tertidur, bapak yang menyempatkan memandikan aku sebelum beliau berangkat kerja, bapak yang rajin membelikanku buku-buku. Aku merindukannya.

Ku coba untuk tak meneteskan airmata saat jenazah beliau datang, walaupun sebenarnya aku ingin menangis sekuatnya tapi aku harus mampu menahannya, aku tak ingin memberatkan kepergian bapak dan aku tak ingin terlihat lemah. Aku anak pertama, ibu dan adik-adikku bergantung padaku aku ingin mereka kuat dan tegar karena melihatku mampu melewati ini semua.

Masih terasa benar dinginnya kulit bapak menempel di pipiku. Airmata yang terus mengalir membuat sedikit genangan di kantung mata bapak. Berulang kali kuhapus berulang kali kembali keluar. Aku sudah maafin bapak, bapak ga perlu sedih lagi, aku akan menjaga ibu dan adik-adik. Bapak bisa pergi dengan tenang.

Ternyata masih ada di sudut hatiku yang belum mengikhlaskan kepergian beliau karena hingga saat ini terkadang aku masih merasa bapak masih ada, bapak hanya sedang pergi dinas seperti biasanya dan suatu saat pasti kembali, pasti pulang kembali berkumpul seperti dulu.

*****

Keadilan memang mutlak milik Allah, siapa pun di dunia ini tak ada yang sanggup berbuat adil.

Seburuk apapun yang telah dilakukan orang tua, mereka tetaplah orang tua kita yang tak luput dari kesalahan dan tugas kita sebagai anak adalah membantu mereka memperbaiki kesalahan mereka.

Kebencian hanya bisa menghancurkan.

Allah tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya. Allah paling tahu kemampuan kita menghadapi setiap permasalahan hidup.

Semua cobaan, ujian, musibah adalah tanda bahwa Allah sangat menyayangi kita.

Cinta yang berlebih hanyalah pantas ditujukan untuk Allah, pencipta dan pemilik apa yang ada di bumi dan di langit.

“Iqoh berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng SoesJeng DewiJeng Nia, disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108”.