November rain…

Now is November Rain time…

Kok kayak judul lagunya Gun N Roses ya…tapi jujur ini ngga ada sangkut pautnya lho…

November kan memang sudah waktunya musim penghujan. Musim yang penuh berkah luar biasa setelah kemarau panjang…seperti cinta yang mengisi kekosongan jiwa…jiaaaaahhh…tapi ingat lho berkah yang tidak dikelola dengan baik bisa jadi musibah…ya kayak banjir ntu…

Dan ngga selamanya musibah itu mendatangkan keburukan kok karena sebesar apapun musibah yang kita terima pasti ada hikmah yang luar binasa hebatnya…musibah itu juga bisa jadi pertanda bahwa Allah memang sayang banget dan ngga pernah menjauh sedikit pun apalagi mereka yang selalu mengingatNya setiap saat ya ;)…

Mudah-mudahan kita masuk golongan yang selalu bersyukur, pandai mengambil hikmah dari setiap peristiwa bahkan yang terburuk sekalipun dan Insya Allah berkahNya tak pernah terputus…Amiiiin Ya Rabbal’alamiin…

Nah…iseng-iseng buat daftar hikmah yang sudah didapat dari sebuah peristiwa yang menakjubkan..Insya Allah jadi makin sering bersyukur :)…

  1. Rasanya tertusuk invisible knife…hohoho..apalagi dari belakang  ternyata memang lebih menyakitkan daripada pisau sungguhan ya…ini berarti ngga boleh melakukan hal ini ke orang lain, siapa pun itu bahkan musuh kita sekalipun. Harus tetap menggunakan cara-cara yang terpuji.
  2. Untuk layak disebut seorang Sahabat kita harus terus mengasah diri sehingga mampu menjadi alarm, kompas dan lilin.
  3. Kebaikan yang dilakukan dengan cara-cara yang tidak tepat justru memang bisa mendatangkan penderitaan yang berkepanjangan ya…harus lebih berhati-hati bersikap dan bertindak meskipun itu sebuah kebaikan sekalipun.
  4. Menjadi orang yang memiliki kepedulian tinggi memang sangatlah mulia tapi sekali lagi harus benar-benar menggunakan cara yang tepat sehingga akhirnya tidak justru menjadi hal buruk dan membuatnya menjadi berantakan. Pikirkan dengan cermat dan tepat plus dampak jangka pendek dan panjangnya.
  5. Akal sehat tidak akan pernah bekerja sesuai fungsinya jika si esmosi masih menjadi tokoh utama. Alhasil segala macam cara ditempuh untuk memuaskan si esmosi. Siap-siap dikunjungin penyesalan ya…
  6. Saat esmosi menjadi tokoh utama ternyata kita hanya menyetujui orang-orang yang memiliki pikiran sama, ya ngga beda sih saat posisi normal juga tapi filterannya kan masih berfungsi. Jadi, sebenarnya kita hanya mencari pembenaran atas pikiran yang dikuasai emosi bukan kebenaran.
  7. Saat menghadapi sebuah masalah kita harus memastikan tidak terlalu banyak orang yang ikut serta atau turut campur, pilihlah beberapa saja yang memang layak secara logika, emosi dan memahami benar akar permasalahannya. Terkadang hal yang sederhana pun akhirnya jadi rumit deh….ya karena si peran pembantu ini.
  8. Mata memang tak pernah berbohong karena mata jendela hati jadi…mmmhhh…kalau hatinya kotor plus pikirannya ikutan juga ya bisa tebak sendiri dooong…ibarat pepatah karena nila setitik rusak susu sebelanga…*nyambung ngga ya :D…*
  9. Untuk membuat kita bergerak menuju kehidupan yang lebih baik atau memacu semangat kita kembali terkadang Allah memang harus menggunakan cara-cara yang ekstrim ya tapi tenang Allah sudah punya takaran yang pas untuk masing-masing umatNya.
  10. Asyik sibuk mencari kesalahan orang lain dan menggunjingkannya, tanpa sadar itu sudah menghilangkan banyak kesempatan kita untuk memperbaiki diri alhasil sukses menjadikan diri kita orang yang sama deh, 11 12 gitu… Apalagi kalau sudah muncul yang namanya rasa bangga punya informasi terbaru tentang kesalahan orang itu…*wuaaahhh…makin eksis deh… good job pals*

Wuaaahhh…ngga kerasa ternyata sudah dapat 10 point ya…Subhanallah… pas dengan hari ini 10 November, Hari Pahlawan cuy…

Berarti makin beragam peristiwa yang kita alami harusnya ilmu kita semakin bertambah ya…

Proses hidup manusia tak ubahnya seperti proses terjadinya hujan yang pada akhir akan menuju satu titik yang indah yaitu “Kebahagiaan”

Selalu ada cinta dalam tiap tetesan hujan.

Semoga bermanfaat and happy weekend 😉

Kembali Solitaire

Kemarin malam, tepatnya di hari Senin, 14 May 2012 lalu adalah kali kedua aku menonton bioskop sendirian…mmmhhh…Solitaire lagi…jadi makin terbiasa. Sebenarnya, untuk yang semalam sama sekali tak diniati seperti yang pertama.
Tapi, entah kenapa selama di perjalanan pulang dari kantor, hati tiba-tiba jadi agak-agak melow gitu dan langsung terpikir untuk nonton deh, akhirnya si kaki-kaki ini pun menuntunku langsung ke bioskop yang ada di lantai 5.

Film yang memang pengen banget ditonton kali ini ada film buatan negeri sendiri. Film-film yang ternyata cukup berjaya di festival luar negeri. Cap cus cap cus…Modus Anomali atau Lovely Man ya…
Modus Anomali film bertema genre, lovely man film drama keluarga…yang mana ya…

“Lovely man dong mba…”
“Jam 19.15 ? baru sendiri ya mba…”
“Ha…”
“Modus Anomali?”
“Jam 19.00 ya…udah ada 2 orang.”
“Modus Anomali aja mba.”
“Tapi kalau mba nya mau Lovely Man juga ngga apa-apa.”
“Ya sudah Lovely Man ya mba.”
“Lovely Man jam 19.15 ya…”

Niat awal memang tertuju pada film ini karena drama keluarga pasti ada nangis-nangisan gitu jadinya pas banget kan dengan suasana hati yang agak-agak melow ini…qiqiqi..apalagi kalau beneran yang nontonnya hanya diriku…waduh…jadi makin gimanaaaa gitu… 🙂

Masuk 15 menit lebih awal, ingin tahu apa benar only me…qiqiqi…ternyata total penontonnya hanya 5 orang, diriku dan dua pasang kekasih yang duduk di depan ku. Meskipun ngga jadi sendiri tetap saja feel like home, bioskop yang lumayan besar ini yang biasa menampung sekitar 150an penonton kini cukup puas dengan 5 orang atau 3.3% saja…hohoho…

Cukup disayangkan sih, ternyata film hasil negeri sendiri lebih dihargai di luar sana. Padahal ceritanya mudah dicerna dan memang terjadi di kehidupan.

Informasi tambahan film Lovely Man berhasil memenangkan dua kategori lho di ajang Asia Movie Award 2012 di Hongkong, yaitu Best Actor Donny Damara dan Best Director Tedy Soeriaatmadja.

Lovely Man menceritakan seorang anak perempuan yang melarikan diri dari kampungnya karena ingin sekali bertemu dengan Sang Ayah yang setelah hampir 15 tahun tak bertemu. Tetapi kenyataan yang diterimanya tidaklah sesuai dengan harapan, ayah yang dirindunya ternyata seorang transgender dan bekerja sebagai psk. Bingung dan tak tahu harus berbuat apa menerima kenyataan pahit ini ditambah dirinya yang sedang mengandung menjadi salah satu konfliks film ini.

Pertemuaan yang hanya berlangsung satu malam ini mengembalikan hal-hal yang pernah hilang selama 15 tahun.

Jadi terhura dan kangen berat sama almarhum ayah…hiks…hiks…hiks…

Semoga tenang kau di sana Ayah…love you always… 🙂

 

 

Sweet Thing

Berharap mengurangi sedikit penat dengan menikmati secangkir hot cappucino sepulang kerja apalagi di akhir bulan begini saat si pundi sudah terisi kembali…qiqiqiqi…sah-sah saja kan…apalagi jika ditemani orang-orang terkasih…mmmmhhhh…bakalan tambah nikmat nih…*Alhamdulillah..you have already here with me*

Setelah sekitar 10 menit dalam penantian, ini dia…akhirnya pesananku datang juga dan uuupppzzz…apa itu…satu sudut mataku menangkap sesuatu..apa itu..mmmhhh…kalimat yang manis, sederhana dan mendalam yang tertulis apik di sebuah tissue yang disediakan coffee shop ini.

“Nothing is sweeter than the togetherness we share.”

Kalimat yang menggoda pikiranku untuk terus menari.

Mmmmmhhh…memang tak ada hal yang paling manis dan indah selain dari kebersamaan yang selalu kita bagikan.

Kebersamaan memang selalu dinantikan, kebersamaan memang selalu dirindukan karena Kebersamaan selalu mendatangkan senyum dan tawa, kebersamaan selalu mendatangkan cerita indah dan manis dan kebersamaan selalu mendatangkan kebahagiaan.

Tapi, apakah kebersamaan ini sudah kita lakukan dengan tepat dan sesuai?

Kebersamaan dengan teman, sahabat, kekasih, pasangan hidup dan keluarga sudah cukup adilkah porsinya?
Sudah berkualitas jugakah kebersamaan yang dilakukan? atau hanya sekedar kumpul-kumpul tanpa ada ilmu yang bisa dijadikan bekal hidup? alias hanya membuang waktu saja

Mmmmhh…bahan renungan bersama di akhir pekan ya termasuk yang nulis… 😀 qiqiqi 😀

Have a great weekend plendz and get your sweetest togetherness 😉

#Diet Mode on#

Satu bulan sudah menahan lidah untuk tak bermanja dengan berbagai rasa istimewa. Pekerjaan yang sulit apalagi pada dasarnya diriku adalah pemakanan segala, tak ada pantangan apapun, selama itu halal dan menggairahkan bakalan langsung dihajar. Alhasil sangat terlihat jelas dari penampilan…qiqiqi…

Tapi, entah mengapa tiba-tiba aku ingin merasakan badan yang agak sedikit mengecil, walaupun untuk ukuran orang normal sih mungkin masih terlihat cukup besar…qiqiqi…

Dan akhirnya misi itu pun dimulai. Tak tahu dapat bisikan kuat darimana untuk melakukan hal ini, bisikan yang terus menggoda dan makin menghebat setiap harinya.

Seorang me…#tepok jidat# whaattt…on diet…This is the first diet in my life…ohhhh noooo…I’m doing diet…unbelievable…

And this is it…turun 6kg…walaaaa…lumayan berhasil kan..but still not yet to reach my target karena aku menargetkan 10kg…waduuuhh…

Alhamdulillah, meskipun turun 6kg dalam satu bulan, aku sama sekali tidak melakukan hal-hal aneh yang nantinya akan membahayakan diriku. Menurutku diet yang aku lakukan masih cukup wajar #sotoy mode on#

Boleh dicek kok…

Di pagi hari, aku tetap sarapan tapi hanya dengan satu lembar roti gandum berselai coklat atau buah sebagai tenaga ditambah satu buah pisang plus tidak ketinggalan, air putih…
Untuk siang hari, tak berubah, tetap menikmati menu makan siang yang disiapkan kantin kantor hanya saja porsinya cukup setengah.
Menu malam hari kembali ngedate bersama si banana…qiqiqi…
Satu hal yang paling aku hindari adalah…ngemiiiilll….Padahal ini adalah kegiatan favoritku, saat mengantuk mulai ngemil, saat bosan kembali ngemil, yang pasti selalu saja ada makanan kecil di laci mejaku.
But now…its empty and untuk kegiatan barunya adalah skipping setelah pulang kerja #gayya euy#, memang belum rajin sih tapi paling tidak ada satu kali dalam satu minggu dan kalau memang sedang rajin berenang deh. Plus sekali dalam satu minggu aku pasti mengecek tekanan darahku dan Alhamdulillah tidak berpengaruh.

Gimana…still in normaly kan…

Tak pernah terbayangkan akhirnya berat badanku bisa turun tanpa harus mengkonsumsi yang namanya obat pelangsing, bahkan bisa lebih hebat. Di awal tahun aku sempat mencoba mengkonsumsinya, terbujuk rayuan seorang teman, hasil memang tidak mengecewakan, aku berhasil turun 3kg. Tapi kalau aku ngga meminumnya ya kembali normal lagi deh plus ternyata ada dampak negatif yang ditimbulkannya jika digunakan dalam jangka panjang…iiiihhh tatuutt…

Hingga saat ini aku masih dan sedang giat-giatnya berdisiplin diri menjaga pola makan tapi bukan berarti benar-benar menghindari makanan favoritku lho. Aku tetap bisa memakannya hanya saja dalam porsi yang lebih sedikit dan biasanya hanya dilakukan di akhir pekan.

Mudah-mudahan bisa terus tetap berdisiplin dan menggeser niat awal berdiet lebih kepada kesehatan bukan lagi hanya untuk ingin tampak lebih ramping. Ramping hanya sebagai bonus saja.

*Motivasi dan disiplin yang tinggi menjadikan sesuatu yang tak mungkin terjadi menjadi sangat mungkin terjadi*

Dan aku pun terserang….

Bener-bener sudah 1 bulan aku ga nulis apapun…parrrraahhh… 😦
Padahal sudah banyak peristiwa yang terjadi mulai dari masalah pribadi, keluarga, kantor, hingga yang unpredictable juga tersedia yang kesemuanya ingin sekali aku abadikan tapi ternyata hati, pikiran dan tubuh sedang asyik dengan dunianya masing-masing dan aku terlalu lemah untuk bisa menggabungkan mereka dalam satu cerita menarik yang bisa memberikan pelajaran berharga bagi para pembaca yang bersedia mengintip.

Memang bukan pekerjaan mudah untuk menjaga konsistensi tak terkecuali dunia tulis menulis. Sekali saja berhenti…upppzzz…rasa malas makin berbangga hati. Dengan penuh kesombongan dia akan terus mengoyak-ngoyak segala ide cemerlang hingga akhirnya lenyap tak berbekas.

Masih terus mencoba berperang dengan berbagai macam strategi untuk bisa konsisten menghasilkan sebuah bacaan ringan tapi memberikan manfaat yang mudah-mudahan tak seringan saat membacanya.

I want to be the sun

*Postingan gaje setelah beberapa hari tak membuat postingan…qiqiqi… 🙂 *

Menatap panasnya matahari yang menyilaukan mata, hampir tak bisa terlihat. Ku coba menikmati panasnya yang perlahan-lahan memasuki pori-pori kulit hingga akhirnya menyentuh satu ruang dimana hati sedang termenung menggigil, hangatnya…benar-benar hanya hangat, damai dan keteduhan yang terasa.

Ya, aku menyukainya, menyukai hangatnya matahari, menyukai sinarnya yang memberikan semangat.

I want to be the sun
Membantu bunga dan tanaman lainnya untuk terus hidup. Memberikan sinarnya agar mereka tetap tumbuh, berkembang, hijau, cantik dan memberikan manfaat untuk sesamanya. Meskipun matahari hanya bisa menatapnya dari kejauhan dan pada akhirnya kupu-kupu, kumbang dan mahluk lainnya yang menikmati tapi matahari tak pernah menyesal, ia tetap memberi sinarnya dengan penuh keikhlasan karena matahari adalah sang pemberi tanpa pamrih.

I want to be the sun
Membantu bulan bersinar indah di malam hari, memberi sedikit terang di tengah kegelapan malam. Meskipun tak pernah bisa menikmati hasil jerih payahnya yang telah membagi sinarnya untuk sang bulan, meskipun kini sanjungan dan pujian hanyalah milik sang bulan, tak pernah sedikit pun keluh dan umpatan terucap darinya. Karena matahari adalah sang pengorban sejati.

I want to be the sun
Membantu sang burung untuk terus terbang sejauh mungkin mencari apa yang belum diperoleh sang burung, tak pernah sedikit pun berkeinginan mencegahnya karena ia tak sanggup melihat kesedihan terpancar darinya. Matahari hanya ingin melihat kebahagiaan. Matahari akan selalu ada untuknya, mengiringi setiap kepakan sayapnya, meskipun sang burung tak selalu ada untuknya. Matahari akan terus menantinya dengan penuh kesabaran dan sejuta maaf untuknya, karena matahari sang pemaaf yang setia.

I want to be the sun

Happy 60 Posting

Yeahhhh…congrate for me…I have written 60 posting for 2.5 months #prok…prok#. Ga berasa banget ya, and ga nyangka juga bisa nulis lumayan segini banyak. Mmmhhh…walaupun nyadar banget and tahu bener kapasitas gue di dunia tulis menulis ini masih jauh di bawah rata-rata, masih banyak hal yang mesti gue pelajari mulai dari EYD yang masih amburadul, alur cerita, cara penyajiannya yang kacau balau bikin mumet, pokoke wuakeehh tenan. Masih jauh banget dari kata sempurna. Kalo ada audit tuh, yakin banget deh gue bakalan dapat mayor and kena merger qiqiqiqi…atau ga lulus sensor apalagi kalo gue nekat masukin ke penerbit, dilirik juga ga, yang ada bisa masuk tong sampah…hahahaha…bunuh diri namanya.

2.5 bulan untuk bayi sih emang masih unyu-unyu ya, ngegemesin gitu, dan bikin penasaran yah…qiqiqi…tapi kalo yang ini…#Cuma bisa geleng-geleng# bikin ga jelas yang baca…hahaha…plus cerita-cerita yang gue posting belum memiliki ciri khas kayak para blogger yang udah duluan beredar, ibaratnya masih dalam tahap eksplorasi, belum menemukan jati diri atau ababil (abg labil)…hahaha..

Sorry juga ya kalo cerita-cerita yang gue posting monoton tapi kalian masih bersedia nyempetin ngintip blog ini, very appreciate it a looooottt. Semoga ibadah kalian diterima di sisiNya…lho…becanda…

Tapi gue ga pantang menyerah, gue harus terus ngasah kemampuan gue ini. Kita tidak akan pernah tahu kapan kita berhasil kalo kita ga pernah mencoba kan…
Bukankah kegagalan sesungguhnya itu atau udah mutlak di tangan saat kita sudah menyatakan ga mau mencoba sama sekali…#tsaaaahhh…gaya bet dah ah#…gue ga mau jadi orang cemen ahhh….#blagu mode on#

Terbukti dari kenekatan gue yang udah nyoba ikutan ngeramein beberapa GA yang dibuat oleh beberapa blogger senior, meskipun ga menang #ya iyalah ceritanya aja kagak jelas# paling ga gue udeh mencoba untuk menantang diri gue sendiri, dari sanalah gue bisa tahu kekurangan gue dimana atau gue kuatnya dimana #emang ada…hahaha…PD tingkat tinggi# and nilai lebihnya punya temen-temen baru dong…

Dunia ini bener-bener baru buat gue, and gue bener-bener menikmatinya. Sangat membantu gue yang sering diserang kegalauan and duka nestapa…qiqiqi…#terbukti kan dari tulisan-tulisan gue# apalagi buat orang-orang yang lagi putus cinta…contohnya…mmhhh…gue lagi dong…hahaha..tapi emang berhasil sih cuy…curcol boooww…(cek di sini).
Rasa terima kasih gue yang guedeeee banget buat pria yang udah bersedia ngebagi hidupnya untuk diisi ama kegilaan-kegilaan gue #musibah kan…Alhamdulillah langsung nyadar jadi ga terkontaminasi…hahaha…# gile loe keren man…bikin gue banyak ngehayal…hahaha..finally bikin banyak cerita deh. Semoga Allah membalas jasa-jasa loe dan selalu dikasih yang terbaik yang loe butuhin. Amiiin…

Mudah-mudahan gue bisa terus nulis…nulis….nulis….ampe jari keriting, otak ngebul, karena emang paling susah untuk menjaga eksistensi dan konsistensi kita untuk terus menulis.
Mudah-mudahan tulisan-tulisan gue juga bakalan lebih bermanfaat buat gue yang nulis dan so pasti yang bacanya juga..#lho…yang nulis and baca kan gue gue juga…hahaha…#, tulisan yang lebih berbobot, enak dipandang, enak dilihat, enak diresapi enak juga dipake…#gazebo#

Jangan bosan ya..untuk berkunjung di blog aku…#co cweeeeet#
Ditunggu kritik dan sarannya ya teman-teman tapi PM aja ya…hahaha…ga kok bebas-bebas mau lewat mana juga asal jangan pake demo atau ngebajak tol ye…

Thanx a lot for your visit……

“Hati”

Ini dia…another lesson from Pak Mars 😉

*Happy enjoying and don’t forget to try it *

Ketika kebimbangan, kebingungan, kegamangan, ketakutan, keyakinan negatif kembali membisikkan kata-kata indahnya. Semakin menuju angka 30 semakin menghebat, menggila uuuugghhh…

“Tepatkah? benarkah? apa iya? masa sih?! pasti….” napas berat, wajah tertekuk, tatapan mata kosong. Ku coba abaikan tapi membuatku semakin terbuai, terlena…

Stoooooppppp…hentikan…jangan lagi kau datangi aku, aku bukanlah bonekamu. Aku tak ingin bersahabat dengan musuh para nabi dan sahabatnya.

Aku hanya ingin bersahabat dengan ketegasan, keberanian dan keikhlasan di setiap detik hidupku. Hanya Pemilik nadiku lah yang berhak atas kehidupan ku bukan dirimu mahluk terkutuk…

Ku coba kembali mendengarkan dia, suara-suara kecil yang hampir lenyap tapi memberikan kekuatan hebat dan tak pernah pergi.

My best friend always forever, tak tergantikan oleh siapa pun dan apapun

Maafkan aku yang terlalu sibuk hingga tak mendengarkan celetukanmu, ocehanmu, gerutumu.
Maafkan aku yang sering mengabaikanmu, mengacuhkanmu.
Allah telah mengirimkanmu untuk aku menikmati setiap detik ciptaanNya, keindahanmu.

You…my deepest heart.
Thanks for your loyalty.
Very grateful and happy to having you in here, inside of me…

The Present

Besok malam genap satu tahun, berharap bisa merayakan sesuatu entah apa itu…pertemuankah, pertemanankah, persahabatankah, jalinan kasihkah…

Dengan membuatkan sesuatu yang istimewa, berharap bisa meninggalkan satu kesan manis dan terindah. Entah mengapa otak ku langsung tertuju pada menu favoritmu.

Yupppzzz…pulang kerja kaki ini langsung melangkah ke satu pusat perbelajaan meskipun dada masih terasa sesak dan ingin segera ke pulau kapuk, tak apalah…membayangkan senyummu sedikit mengobati.
“Daging steak, kentang, susu cair, agar, dan beberapa bumbu. Ya, aku rasa sudah cukup.” Gumamku dalam hati.

Tapi…nanti dulu, aku sebaiknya memberikan kabar apakah dirinya bersedia menemuiku…

Aku kirimkan pesan singkat memberitahu…

Berjam-jam aku tunggu tak ada jawaban sedikit pun darimu, meskipun terkirim dan sudah muncul tanda terbaca tetap saja tak ada balasan. Perasaan tak enak mulai menghinggapi, hanya doa yang bisa kuselipkan berharap Engkau bersedia menjaganya untuk ku.

Semua perasaan tak menentu yang telah menemani selama berminggu-minggu itupun akhirnya mendapatkan jawaban…
Sebuah jawaban yang sebenarnya aku sudah tahu persis jawabannya.
Hati tak akan pernah berbohong…meski menyakitkan itulah kejujuran…
Malam ini, tepat satu tahun yang lalu entah dirimu masih mengingatnya atau tidak…

Ya malam ini…malam yang ga akan mungkin terlupakan seperti malam satu tahun yang lalu…

I’m happines for you
The best thing of your life have started
Make them happy as your exist have been made my life happy.
Thank you for the present, lebih indah dari coklat yang pernah kau janjikan 🙂
Berjuanglah lebih jangan mudah menyerah lagi ya… 😉

*Sudah saatnya kubiarkan angin malam ini benar-benar membekukan hatiku.
Seperti lemari pendingin yang telah membekukan sang daging.*

Nyoba Naik Kelas

Alhamdulillah…berhasil…berhasil…setelah berjam-jam berkutat, pantang menyerah untuk terus mencoba agar naik kelas… 🙂
Hufffttt…benar-benar menguras…. #keringat terus bercucuran#

Saat Resah Menggelitik

Malam mengantarkan kegelisahan mendalam

Dingin mengusik kedamaian jiwa

Hampa menggoda ketenangan hati

Kembali ku terbangun duduk diam terpaku

Menghadirkan sejuta tanya

yang terus berkejaran

Menanti jawaban yang tak kunjung datang

Bulir-bulir kesedihan pun muncul

Basah …menyisakan sesak di dada

Menggoreskan luka teramat

Bumiku menghilang tanpa jejak

Pijakanku tenggelam tak bersisa

Hanya angin yang bersedia di sisiku

Membawaku pergi berlalu

Tanpa arah bersama kebingungannya

Tuhan…

Mungkinkah bumi tak menginginkanku lagi

Tugas yang lumayan melegakan kegundahan hati…qiqiqi…
Terima kasih Pak Mars 😉