It’s me….

Alhamdulillah diberi nama orang tua ‘Rofiqoh Cahaya Wulan’, tapi lebih dikenal ‘Iqoh’. Kenapa?

Kalau tidak salah, sejak SMA aku tidak pernah lagi memperkenalkan diri dengan nama lengkap, karena namaku yang memang cukup jarang digunakan dan kurang familiar alhasil orang jadi sering salah menyebutkannya. Pasti harus mengulangnya,

“Rofiqoh”

“Ha….siapa?”

“Rofiqoh”

“Kopiko?”

Aduuuuhhh….akhirnya disingkat saja deh ‘Iqoh’

Terus…yang bikin BT plus kueseeelll, masih berkaitan dengan nama adalah penulisan ejaan yang salah…’Rovico, Ropiko’….huuuufftttt….akhirnya tak jarang jika berhubungan dengan pendaftaran seperti ke dokter saja, aku harus tulis sendiri.

Beda ejaan kan jadi beda arti…harus bubur merah bubur putih dulu dong….

Atau kalau pun mereka berhasil menyebutkan namaku, langsung deh disambut dengan ‘Rofiqoh Darto Wahab’ ya….dulu karena aku belum tau siapa beliau, jadi iya aja deh…*bari manyun*

Untuk yang belum tau siapa Rofiqoh Darto Wahab, beliau adalah seorang qariah dan penyanyi qasidah yang terkenal di era tahun 1960an dan sering sekali tampil diΒ  acara hiburan dan keagamaan RRI dan TVRI. Lagu-lagunya pun hingga saat ini masih sering dinyanyikan.

Jadi lebih berbangga hati setelah mengetahui siapa beliau. Mudah-mudahan bisa seperti beliau, menularkan hal-hal positif untuk orang-orang di sekitarnya. Amiiin….

Mungkin memang almarhum Bapak dulu memberi nama ini, karena terinpirasi beliau ya,,,

“Rofiqoh” berasal dari bahasa arab yang terkadang nongol juga kok di beberapa surat Al Qur’an jadi pasti punya arti yang keren abizz (narziz again #tepokjidat#) yaitu, “Sahabat atau wanita pendamping”. Mudah-mudahan aku bisa menjadi seorang sahabat yang baik di kala susah dan senang dan wanita pendamping shaleha yang akan selalu mendampingi suami ku kelak menuju surga dunia akherat…Amiiin Ya Rabbal’alamiin….aku jadi makin ngefans sama nama ini. Jarang, unik, punya makna hebat. Thank you Pa…miss you a lot.

Dilahirkan di keluarga sederhana sebagai anak perempuan pertama dari tiga bersaudara dan mau ga mau dituntut harus punya tanggung jawab lebih sama keluarga, contoh buat para adik. Hubungan aku sama 2 adikku ini lebih terkesan seperti teman, sahabat, jadi lebih mudah bercerita tentang apa saja tanpa ada perasaan jengah, padahal jarak kami masing-masing 5 tahun, total dengan si bontot jadi 10 tahun.

Kegiatan aku selain menjajakan resleting di pinggir jalan tol Jakarta Cikampek adalah berusaha sekuat tenaga menyelesaikan Thesis yang tak kunjung berakhir *padahal malas…qiqiqi…*…sekarang malah keasyikan buat tulis-tulisan luapan perasaan dan pengalaman *kata orang kota mah “ngeblog”* πŸ™‚

Mudah-mudahan…hal-hal yang pernah aku tulis bisa memberikan manfaat, paling ga bisa sedikit mengkhayal atau tersenyum dikit deh…khususnya sih untuk penulisnya sendiri yang sering terkena penyakit galau tingkat ASEAN plus Obbie Mesakh… πŸ™‚ *lebay.com*

Salam kenal untuk kalian semua dan terima kasih sudah berkenan mengunjungi rumah tulis aku… πŸ™‚

33 comments on “It’s me….

  1. Salam kenal juga Pu, senangnya ada yang mau singgah…

    Amiinn… ayooo-ayoooo… *provakator*

    CSR – Corporate Social Responsibility

    Iya, sahabat Orin yang paling manis dan malu2in…qiqiqiqi…:)

  2. Mbak Iqoh, boleh pinjam foto demo buruh di bekasi, ya. untuk ditampilkan di Majalah Ritel Indonesia. nanti saya sebutkan sumbernya. itu foto hasil jepretan mbak kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s