Perjuangan Indah “Curug Cimahi”

Jalan-jalan…wow…siapa ayo yang ngga suka dengan kegiatan ini…ngacuuung…rasanya dari anak-anak sampai lanjut usia suka ya dengan jalan-jalan.

Nah…kalau memang sudah ada di Kota Bandung gimana kalau Keke sama Nai sekalian mampir ke tempat ini yah, wisata alam yang seru lho…plus murah meriah cukup dengan Rp. 10.000 saja.

Nama tempatnya Curug Cimahi, kalau dalam bahasa Indonesia Curug itu berarti air terjun. Lokasinya masuk kawasan wisata Lembang jadi pastinya tempatnya suejuk buanget lho…

Tapi memang tidak mudah sih untuk menikmati keindahan pesona si curug, kalian harus berjuang dulu karena harus menuruni 687 anak tangga mulai dari pintu gerbang…weleh…weleh…dah lemes duluan yaaahh…kalian kan anak-anak hebat jadi jangan menyerah, perjuangan kalian akan terbayar indah lho…namanya juga curug tertinggi di Bandung jadi….

Image

Anak tangga siap menantang kalian

Sambil berolahraga menuruni anak tangga kalian akan terus digoda keindahan si curug, hati-hati kalian akan terus dipancing untuk terus mendekat.

Image

dari kejauhan sudah menggoda

Oh iya kalau kalian beruntung, terkadang di sini juga bisa muncul pelangi lho..

Nah…ini dia…si Curug Cimahi yang memukau…

Image

perjuangan pun terbayar…indah…

Airnya benar-benar dingin dan sejuuuukkk….segarnya….rasa lelah langsung hilang capek pun terlupakan. Dijamin pasti kalian mau langsung nyemplung berbasah ria.

pengen mandiii....

pengen mandiii….

Jadi kalau mampir ke sini jangan lupa bawa baju ganti yah plus payungnya juga jadi kalian ngga bernasib sama seperti kakak berdua gini deh…

Image

kuyuuuuuppppp

Selamat jalan-jalan seru ya Keke, Nai….

1st Giveaway: Jalan-jalan Seru Untuk Keke dan Nai

*********

Mudah-mudahan GA yang ini ngga telat lagi…huuufffttt…*keringat terus bercucuran*

Advertisements

Srikandi in Sensing

Setelah bergalau ria menyeleksi koleksi foto yang jumlahnya ratusan…hayyyahhh….

Inilah foto yang terpilih untuk diikutsertakan dalam acaranya Pak Dhe, mudah-mudahan sesuai tema.

ImageKegiatan ini merupakan sensing yang aku lakukan sekitar 2 tahun lalu bersama teman-teman kuliah. Salah satu tahapan yang harus dilakukan untuk memperoleh program yang tepat sasaran.

Bertempat di salah satu perkampungan nelayan di pinggir Kota Jakarta, Marunda Kepu.  Cukup terkejut saat pertama kali datang mengunjungi, hampir tak percaya kalau lokasinya masih berada di ibukota negara Indonesia tercintaku, mau tahu lebih…di sini lho…

Kami berdiskusi dengan para ibu rumah tangga istri para nelayan…upppzzz bukan diskusi tapi mungkin lebih tepat mendengarkan curhatan mereka, bagaimana mereka berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan pendapatan seadanya dan keinginan-keinginan mereka untuk masa depan anak-anak mereka.

Aku memang belum bisa melakukan banyak hal untuk mereka tapi mungkin dengan mendengarkan keluh kesah mampu meringankan sedikit beban di pundak mereka.

Selamat Hari Kartini….

Kartini yang cerdas dan Srikandi yang gagah berani semoga tertanam dalam jiwa wanita-wanita Indonesia hingga mampu menaklukan dunia.

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Sehari Menjadi Srikandi.

******

Always in last minute…adeuuuuhhh…*tepok jidat geleng-geleng guling-guling*

My Debut with “Noda”

Akhirnya, inilah debutku setelah beberapa bulan menghilang diantara kepenatan hidup…jiaaahhh..*lebay bin ngeles*…meskipun yakin ngga memenuhi syarat tapi tetap semangat nulis dan ngirim…qiqiqi….

Cekidot yuk…

*******

Cerita di balik noda….mmmmhhh….ada cerita apa ya di balik noda…

Sebelum si noda bercerita, bagaimana kalau kita kenalan sama si noda dulu yuk…

Noda, hal pertama yang langsung nyangkut  itu…kotoran, pakaian, cucian deh. Kalau menurut KBBI noda adalah noktah, bercak, cela, cacat, aib (2003, p: 785).

Mmmhh…sepertinya hampir tidak ada kata positif yang mampir ya. Tapi apa benar, memang tidak ada sama sekali hal positif.

Nah…di buku ini ternyata jawabannya…”Cerita di Balik Noda”.

Terdapat 42 kisah sederhana yang begitu menyentuh penuh inspirasi yang banyak terjadi di kehidupan sehari-hari. Hasil tulisan para emak mengenai anak-anak mereka yang memang selalu bersentuhan dengan si noda. Meskipun ditulis dengan gaya bahasa biasa, ringan tanpa embel-embel bahasa kiasan dan terkadang terkesan kaku tapi tetap menarik hati untuk terus beralih dari satu cerita ke cerita lainnya bahkan masih sanggup membuat ujung mata ini berair.

Banyak hikmah yang bisa dipetik, hal indah yang bisa dikenang, kasih sayang, keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, perjuangan, kepedulian, ketulusan, kejujuran, kemandirian, kedisplinan.

Hal biasa menjadi ruarrrr biasa…kata-kata negatif pun berubah menjadi kata-kata positif.

Bukan hanya isi cerita yang menarik, cover buku pun komunikatif, benang merah sudah terlihat jelas. Latar putih yang terkesan mengibaratkan anak-anak yang memang masih polos dengan sedikit cipratan noda tanah kecoklatan, warna huruf yang coklat pun menjadi satu kesatuan. Sederhana, tepat sasaran, menarik mata untuk mendekat, memegang, membaca sipnosisnya, sedikit menengok isinya, dan mampir ke kasir deh…. 🙂

Satu buku paket kehidupan yang harus dimiliki para emak 😉

Image

Ternyata tak selamanya noda itu menakutkan, kotor itu menjijikan, karena berani kotor itu baik.

*******

Terkadang menjadi kotor merupakan cara Tuhan untuk menjadikan umatnya manusia yang lebih baik dan bermanfaat.

*******

Hufftt…selesai juga…