Kembali Solitaire

Kemarin malam, tepatnya di hari Senin, 14 May 2012 lalu adalah kali kedua aku menonton bioskop sendirian…mmmhhh…Solitaire lagi…jadi makin terbiasa. Sebenarnya, untuk yang semalam sama sekali tak diniati seperti yang pertama.
Tapi, entah kenapa selama di perjalanan pulang dari kantor, hati tiba-tiba jadi agak-agak melow gitu dan langsung terpikir untuk nonton deh, akhirnya si kaki-kaki ini pun menuntunku langsung ke bioskop yang ada di lantai 5.

Film yang memang pengen banget ditonton kali ini ada film buatan negeri sendiri. Film-film yang ternyata cukup berjaya di festival luar negeri. Cap cus cap cus…Modus Anomali atau Lovely Man ya…
Modus Anomali film bertema genre, lovely man film drama keluarga…yang mana ya…

“Lovely man dong mba…”
“Jam 19.15 ? baru sendiri ya mba…”
“Ha…”
“Modus Anomali?”
“Jam 19.00 ya…udah ada 2 orang.”
“Modus Anomali aja mba.”
“Tapi kalau mba nya mau Lovely Man juga ngga apa-apa.”
“Ya sudah Lovely Man ya mba.”
“Lovely Man jam 19.15 ya…”

Niat awal memang tertuju pada film ini karena drama keluarga pasti ada nangis-nangisan gitu jadinya pas banget kan dengan suasana hati yang agak-agak melow ini…qiqiqi..apalagi kalau beneran yang nontonnya hanya diriku…waduh…jadi makin gimanaaaa gitu… 🙂

Masuk 15 menit lebih awal, ingin tahu apa benar only me…qiqiqi…ternyata total penontonnya hanya 5 orang, diriku dan dua pasang kekasih yang duduk di depan ku. Meskipun ngga jadi sendiri tetap saja feel like home, bioskop yang lumayan besar ini yang biasa menampung sekitar 150an penonton kini cukup puas dengan 5 orang atau 3.3% saja…hohoho…

Cukup disayangkan sih, ternyata film hasil negeri sendiri lebih dihargai di luar sana. Padahal ceritanya mudah dicerna dan memang terjadi di kehidupan.

Informasi tambahan film Lovely Man berhasil memenangkan dua kategori lho di ajang Asia Movie Award 2012 di Hongkong, yaitu Best Actor Donny Damara dan Best Director Tedy Soeriaatmadja.

Lovely Man menceritakan seorang anak perempuan yang melarikan diri dari kampungnya karena ingin sekali bertemu dengan Sang Ayah yang setelah hampir 15 tahun tak bertemu. Tetapi kenyataan yang diterimanya tidaklah sesuai dengan harapan, ayah yang dirindunya ternyata seorang transgender dan bekerja sebagai psk. Bingung dan tak tahu harus berbuat apa menerima kenyataan pahit ini ditambah dirinya yang sedang mengandung menjadi salah satu konfliks film ini.

Pertemuaan yang hanya berlangsung satu malam ini mengembalikan hal-hal yang pernah hilang selama 15 tahun.

Jadi terhura dan kangen berat sama almarhum ayah…hiks…hiks…hiks…

Semoga tenang kau di sana Ayah…love you always… 🙂

 

 

Advertisements

2 comments on “Kembali Solitaire

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s