Solitaire dan Sendirian

Solitaire…mmmhh…sepertinya sudah lama banget ga mainin  permainan ini, jadi pengen main dulu…cobain aaaahhh…..

Solitaire, salah satu jenis permainan kartu yang memang dilakukan sendirian tanpa pasangan. Permainan yang pasti ada di setiap komputer tapi sayangnya tidak untuk komputer kantorku, semua jenis permainan memang tidak diijinkan. Padahal lumayan kan untuk membunuh kebosanan saat semua pekerjaan telah terselesaikan. Permainan yang baru hari ini aku benar-benar bisa memainkannya hahaha… 🙂  Kalau yang dulu asal mindah-mindahin kartu aja, ga pake strategi.

Jika sudah memainkan permainan ini, dunia benar-benar milik sendiri, yang lain ngontrak deh, buat lupa segalanya. Pertama mengenal permainan ini, mungkin saat pertama kali komputer memasuki rumah kecil kami *norak ga sih* karena sudah punya sendiri kan jadi bisa leluasa mengutak-atik. Lalu untuk hal lainnya…apa suka dilakukan sendirian juga…?

Mmmmhh…jujur  ya sebenarnya aku tidak suka sendirian karena aku suka bersosialisasi, aku senang berteman, aku senang melakukan semuanya bersama-sama dan meskipun terkadang sampai saat ini masih suka bergantung pada Ibu, terutama saat rasa ingin dimanja datang bukan berarti aku ga bisa melakukan sesuatu sendirian lho… buktinya banyak hal yang masih aku suka lakukan sendirian hingga saat ini.

Sejak kecil sebenarnya aku sudah terbiasa melakukan hampir semuanya sendirian. Apalagi aku sebagai anak tertua, dituntut harus bisa mandiri, dan hingga hari ini kami tidak pernah menyewa jasa pembantu. Selain memang tidak puas dengan pekerjaan mereka juga karena gaji ayah tidak mencukupi untuk menyewa seorang jasa pembantu, uang jasa pembantu bisa kami gunakan untuk membiayai sekolah atau membeli peralatan sekolah, terlebih lagi sekarang ini, Ayah sudah tak ada lagi.

Ibu sering sekali mengatakan jangan terlalu bergantung pada orang, jika bisa dilakukan sendiri, lakukanlah sendiri.

Sejak memasuki usia sekolah pun, hampir semua pekerjaan rumah aku kerjakan sendiri, tak perduli salah atau benar yang penting aku sudah mengerjakannya. Untuk menuju sekolah saja aku tak suka diantar, aku lebih suka sendirian atau bersama teman. Pernah saat kelas 3 SD aku berteriak keras pada Ibu, Astagfirullah jadi berdosa, waktu itu aku kesal karena Ibu terus memaksa aku untuk naik jemputan padahal aku lebih suka naik sepeda. Maafkan aku ya bu… 🙂

Saat memilih SMP , SMA dan Universitas pun pun aku tak suka yang dekat rumah, aku lebih memilih yang jauh, selain aku memang ingin mandiri, aku ingin punya teman lebih banyak di luar dan nilai lebihnya lagi aku bisa jadi hapal jalan. Aku yang lahir di Jakarta, besar di Bekasi tapi ternyata lebih hapal kota Bandung.

Dan ternyata juga, sejak sekolah dasar aku sudah bisa menghasilkan uang, walaupun tidak banyak tapi cukuplah untuk jajan. Sebagian uang jajan yang diberikan Ibu aku sisihkan untuk aku jadikan modal berjualan, jualannya pun masih kecil-kecilan, hanya sebatas jajanan anak-anak. Aku berjualan tepat di depan rumah, dagangan aku gelar saja begitu saja, pembelinya pun juga hanya teman-teman sepermainan tapi kalau ingat ternyata cukup berpengaruh juga menjadikan aku yang sekarang ini dan suka senyum-senyum sendiri kok aku bisa punya pikiran itu ya… 🙂

Alhamdulillah,ternyata kemandirianku sudah terpupuk sejak lama.

Dan 4 tahun belakangan ini lebih banyak  lagi hal yang aku lakukan sendiri karena hampir semua teman-temanku sudah berkeluarga, tentu tidak mudah lagi mengajak mereka untuk pergi nonton, shopping, apalagi jalan-jalan yang mengharuskan menginap. Tapi, untuk menonton aku belum mencobanya, dan sepertinya aku harus mencobanya 😉

Faktu baru, ternyata aku lebih suka melakukan shopping sendirian, berjalan menyusuri  toko-toko, memasukinya satu persatu lalu aku beli apa yang aku suka, pantas, dan pastinya sesuai dengan isi kantong. Dengan shopping sendirian aku bisa benar-benar menikmati tanpa harus ada perasaan kasihan pada teman yang menemaniku shopping, pasti menjemukan dan membosankan menunggu orang yang sedang asyik pilah-pilih.  Selain itu, aku lebih fokus pada apa yang akan aku beli bukan pada barang yang sebenarnya aku ga butuhin. Barang-barang yang aku punya memang lebih banyak hasil perburuanku seorang diri.

Lalu, memasak…memang aku jarang memasak tapi bukan berarti aku ga bisa memasak lho, aku justru hobi memasak, aku senang bereksperimen resep-resep baru dan ini biasa aku lakukan sendiri. Mulai dari pembelian bahan-bahan hingga tersaji manis di meja makan. Aku sangat menikmati saat-saat di dapur bahkan tanpa sadar bisa 2 jam an lebih di dapur…#ngapain aja yak…qiqiqi…#

Saat sedih melanda, aku benar- benar suka menyendiri, menghabiskan waktu di pulau terindahku, pulau kapuk, membaca novel, menulis blog, atau curhat dengan teman setiaku, bantal, guling dan pastinya Sang Pemilik aku.

Tidak ada yang aneh kok melakukan sesuatu itu sendirian, mungkin dengan melakukannya sendirian membuat kita banyak belajar untuk mencintai dan menghargai diri sendiri. Toh saat kita menghadapNya kelak pun kita akan sendirian, berada di ruang sempit, gelap, pekat tanpa udara, SENDIRIAN

Tulisan ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY :  PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamperenique.

Advertisements

21 comments on “Solitaire dan Sendirian

  1. Kalau saya meski suka tapi jarang brlama-lama memainkan karena merasa banyak sia-sianya 😳 maaf mbak tapi gak apa koq untuk pengisi waktu sendiri 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. HIDUP SENDIRI! Itu sloganku dulu, demi membungkam mulut2 usil karena masih sendiri. SEtuju sama Iqoh, wlo sendiri bukan berarti harus bermuram durja. Masih banyak yang bisa dilakukan dalam kesendirian. Dan bukan berarti pula tak mampu bersosialisasi karena seringnya sendiri hehehe

    btw, soal nonton sendiri, tidak harus dicoba, daripada tidak tenang, lebih baik minta temani saya misalnya. Pasti dengan senang hati saya terima, apalagi dibayari terus dijajani hahahaha

    TERIMA KASIH partisipasinya ya Iqoh, HAVE A GREAT WEEKEND!

  3. shopping sendiri?? hmm, dhe gk begitu suka mbak.. tapi sesekali pernah juga kalo lagi BT dan temen2 pada gk bisa diajak keluar.. seru juga yaa, tapi ya itu, boros abis kalo shopping sendiri.. 😀

  4. Iqoh, boleh nih kapan-kapan bunda undang masak dirumah bunda ya? Kita masak bareng deh, kita tuker-tukeran resep. Gimana. Smg menang di Kontes GA-nya ya. Tampilan blognya bagus banget sih.

  5. kalo saya nggak kuat sendirian, hehe.
    atut ah..
    sukses ya kontesnya mbak..
    🙂
    hebat deh, udah terbiasa hidup mandiri begini..

  6. Sama nih kek diriku… Terbiasa melakukan berbagai hal sendirian, hehe..
    Kalau di dapur sendirian mncoba resep2 baru? No problem juga ya…
    Cuma, ya kita jadi gak bisa minta komentar orang tentang bagaimana rasanya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s