Day 8 : “Aku Benci Kamu Hari ini”

Aku benci kamu hari ini, benci kamu yang kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi. Aku benci…..

“Sudah lama kamu di sini?”, tanya pria setengah baya yang tampak makin terlihat tua, garis-garis kerutan di keningnya semakin memperkuat usianya yang sudah setengah abad, ditambah rambut putih yang menguasai hampir seluruh bagian atas kepalanya.

“Belum pak”, jawabku meraih tangan dan menciumnya.

Tangan ini, entah sudah berapa lama aku tak menciumnya. Tangan yang dulu sering memandikanku sebelum dirinya berangkat kerja. Tangan yang dulu menuntunku untuk bisa berdiri, berjalan dan akhirnya berlari. Tangan yang selalu membacakan dongeng sebelum tidur, tangan yang mengajariku menulis,dan membaca. Tangan yang mengajariku mengenal dunia.

“Rapatnya belum selesai, kamu ke kamar aja ya. Ini.” Tangannya menyerahkan sebuah kartu, dan amplop putih cukup tebal, “Ga banyak tapi lumayanlah. 405 ya.”

“Terima kasih pak”.

“Menginap saja ya?” Pintanya mengharap

“Aku ga bawa baju pa, besok masuk pagi”. Tolakku halus.

“Ya, sudah. Tunggu di kamar aja dulu”, tampak bulir-bulir kekecewaan itu hadir mengusik.

“Iya pa.” anggukku menyetujui.

“Maaf nak, sepertinya meetingnya akan sampai larut malam. Terserah kalau kamu mau tetap menunggu”.

“Aku pulang aja deh pa”

“Ya sudah, kuncinya kasih ke receptionist saja ya”

*****

“Bapak ga ada”, teriak suara di seberang sana.

“Bapak emang ga ada”, langsung terputus. Aneh, Bapak memang tidak ada di sini, sudah hampir 2 tahun bapak tidak tinggal dengan kami dan rasanya hampir semua orang mengetahuinya.

”Kakaaak….” Teriakan ibu membuyarkan lamunanku.

”Bapakmu…,” tangis ibu meledak pilu.

*****

”Puas sekarang kamu, puas…lihat apa yang sudah kamu lakukan. Betapa egoisnya dirimu. Manusia sombong. Aku benci kamu hari ini, kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi. Kenapa kau hanya mencium tangannya? Kenapa tak peluk dirinya? Dia membutuhkanmu. Kenapa kau tidak menunggunya saja hingga meeting selesai? Kenapa kau tidak terima saja ajakannya untuk menginap? Kau pasti bisa menolongnya saat serangan jantung itu datang. Kenapaaaaaa…..?”

”Diaaaammmmmmmmm…..” teriakku histeris dan melemparkan gelas yang ada di dekatku ke dirinya, sebagian wajahnya hancur tak beraturan.

”Kebencian benar-benar telah merusak hatimu.” ucapnya sebelum ia benar-benar menghilang bercampur dengan serpihan

*Jarang-jarang nih bisa ngirim #15HariNgeblogFF saat matahari masih seneng nangkring 🙂 *

Advertisements

One comment on “Day 8 : “Aku Benci Kamu Hari ini”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s