Kamu manis kataku…

*453 di hari ketiga untuk #15HariNgeblogFF  tapi hari kedua untuk aku 🙂 *

*****

Dear Diary….

Sudah lama sekali aku menginginkanmu, teramat sangat. Apalagi di saat-saat seperti ini, saat kesedihan melanda, kegundahan hati menyerbu…huffft…aku benar-benar membutuhkanmu, sungguh-sungguh memerlukan dirimu, keinginan untuk memilikimu menjadi semakin menggila.

Sejak pertama kali kulihat dirimu 10 tahun yang lalu, aku sudah sangat tertarik, aku tergoda, aku terbius. Dirimu tak pernah sedetik pun menghilang dari pikiranku. Tuhan…kapan aku bisa memilikimu, dan menikmatimu. Aku hanya bisa berharap dan semoga Engkau berbaik hati Tuhan, mengirimkan dia untukku.

Pernah suatu saat, tak sengaja aku melewatimu, kau tampil begitu menakjubkan, ingin rasanya  segera turun dan berlari merengkuhmu tapi itu tidak mungkin, rasanya aku belum mampu dan tak sanggup untuk menggapaimu, aku bukanlah siapa-siapa. Mungkin memang sudah menjadi takdirku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, menyedihkan.

Saat Lintang menjanjikan akan menghadirkan dirimu 2 bulan lalu, aku tak sanggup untuk menolaknya, aku langsung mengiyakan dan sejak saat itu pula aku menjadi semakin sering memimpikanmu. Dalam mimpiku, kau terus saja berlari memanggil menggodaku dengan warna dan aroma tubuhmu.

Detik berlalu berganti menit menghapus jam dan hari-hari pun menghilang, janji Lintang belum juga terpenuhi, Lintang belum sanggup juga menghadirkan dirimu dan aku tak mungkin untuk memaksanya.

Tuhan, apa aku memang tak pantas untuk memilikinya, menikmati sedikiiiit saja?

Apa mungkin aku sembunyikan saja rasa ini, kukunci dalam kotak berlapis, kubuang penguncinya hingga tak mungkin ditemukan lalu sang kotak kukubur dalam. Ya…memang harus seperti itu, harus berani aku lakukan. Aku harus mencari pengganti dirimu. Aku tak ingin dirimu terus mengganggu kehidupanku, aku tak mau rasa ini membunuhku sedikit demi sedikit, aku mau melanjutkan kehidupan indahku walau mungkin dengan kehadiranmu akan lebih indah.

*****

“Seruni….”, teriak lintang memanggilku.

Aku hanya mematung bingung.

“Ini”, suara lintang terengah-engah.

“Apa ini?”, wajah bingungku makin nampak.

Lintang hanya menjawab dengan senyuman dan kedipan mata saja, aku semakin penasaran.

“Lintang….ini?”, menunggu jawaban Lintang.

“Iya untukmu, maaf baru hari ini aku bisa memenuhi janjiku, dan maaf juga aku telah lancang membaca diary mu kemarin. Ternyata kau benar-benar menginginkannya dan aku hanya menganggapnya angin lalu. Kau tak pernah melupakan janjiku”, wajah sedih penuh penyesalan pun hadir.

“Lintang…”, mata Seruni mulai berkaca-kaca tak sanggup untuk meneruskan.

“Ayo nikmatin….”, perintah manis Lintang.

“Mmmmhhh…”, kamu manis kataku lirih sambil menikmati apa yang telah Lintang berikan.

“Apa…coba kamu ulangi?”, senyum nakal Lintang menggoda.

“Coklat ini manis, geer kamu”, ledek Seruni sambil mendaratkan cubitan manja di pinggang Lintang.

Kamu manis kataku, meleleh di mulut dan di hatiku, kau seperti apa yang kubayangkan dan semakin manis karena yang telah menghadirkanmu adalah Lintang, pria manis yang selalu hadir menemani hari-hari indahku dan memang hanya dia yang aku harapkan menghadirkan dirimu.

Sebuah kotak cantik, berpita merah jambu berisi lima butir coklat dengan rasa berbeda: Caramel Candy, Dark Truffle, Peach Mango Candy, Nut Nougat dan Almond Square.

Kamu manis kataku lantang….Lintang….

Advertisements

4 comments on “Kamu manis kataku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s