Dag dig dug…

Akhirnya bisa ikutan ngeramein #15HariNgeblogFF, ngga ikutan dari hari pertama ngga apa-apa kan….

******

“Dirimu baik-baik saja kan bang?”

“Alhamdulillah, aku baik-baik saja”.

“Yakin…”, wajah Arika mulai bermain

“Insya Allah, kenapa?”

“Entahlah, aku merasa ada yang berbeda pada dirimu bang?”

“Mmmmhh….sok tahu kamu”, sebuah cubitan mendarat di pipi tembab Arika

“Diriku kan punya indera ke enam bang”, senyum meledek pun menghias.

Tak mau kalah, “Abang punya indera ke tujuh aja ga sombong tuh”,

“Iiihhhh abang…serius tahu”, wajah kesal Arika mulai terlihat jelas

“Abang juga serius kok”.

“Abang jangan bohong deh, abang itu belum pandai berbohong”.

“Kamu itu selalu saja penasaran. Ga akan menyerah sebelum dapat”.

“Iya dong, pantang pulang sebelum padam”.

“Dasar kamu”, usapan lembut pun mendarat di kepala Arika.

Perbicangan menggantung yang masih menyisakan tanda tanya besar dan kegundahan dalam hati Arika.

Pria yang telah menghiasi hari-harinya hampir satu tahun belakangan ini, tiba-tiba telah berubah. Meskipun perubahan itu tidak drastis, tapi hati Arika tak bisa dibohongi, pria yang disayanginya sepertinya mulai menjaga jarak dengannya.

Perhatian-perhatian kecil yang dulu sering diterimanya tak ada lagi, menelpon pun sudah tak pernah, sms pun jarang, sekalipun sms hanya tertulis kata-kata singkat.

“Ya Tuhan…apa yang sebenarnya terjadi? Apa aku telah melakukan sesuatu yang menyakiti hatinya?”, batin Arika dalam hati. “Kamu benar-benar membuat hatiku tak menentu bang”.

Tiba-tiba handphonenya berdering, satu nama tertulis “His”, hatinya benar-benar berdegup kencang, di telinganya hanya terdengar..dag..dig..dug… setelah hampir satu minggu pria ini tak mengirimkan kabar.

”Assalamu’alaikum…Arika bisa kita ketemu?”

Arika hanya tertegun dan pikirannya melayang.

”Arika, halo Arika. Kamu masih di situ?”

” Wa’alaikumsalam..iya bang, maaf, kenapa?”, Arika tersadar dari lamunan

”Iya, kita harus ketemu Arika. Ada hal penting yang ingin kusampaikan, dan ini benar-benar tidak bisa dibicarakan melalui telepon”.

”Serius sekali tampaknya bang…”, Arika mencoba mencairkan kegelisahan hatinya.

”Kita ketemu besok di tempat biasa ya, jam 02.00 siang”.

”Baiklah bang”.

”Assalamu’alaikum”.

”Wa’alaikumsalam”.

Pembicaraan singkat, tanpa basa-basi, bahkan menanyakan kabarnya pun tidak, pria yang disayangi telah berubah.

Semalaman suntuk Arika tak tertidur, matanya tak bisa juga dipejamkan, pikirannya selalu tertuju pada pria itu, beribu pertanyaan dan dugaan terus berkeliling di otaknya.

Apa yang ingin disampaikan abang ya? Mungkinkan ini akhirnya dari semuanya?

Ya Tuhan kuatkan hatiku, berikan kelapangan hati, aku berserah padaMu.

Hari itu pun tiba. Arika sekuat mungkin menyembunyikan gejolak hatinya, senyum manis penuh ceria terhias di wajah hitam manisnya tapi dag dig dug itu tak juga mau pergi.

”Hai bang, udah lama ya? Maaf ya bang ”, Arika berusaha bersikap biasa tanpa beban.

“Belum kok, duduklah“, wajah serius itu mulai terlihat, “Baiklah aku langsung saja”.

Dag dig dug  detak jantung Arika makin mendekati puncaknya, bom itu mulai menghitung mundur dan siap meledak.

“Maafkan aku Arika….”

Ya Tuhan…jangan biarkan aku menangis saat ia mengucapkan kata berakhir, hatinya terus mengoceh.

“Jangan teruskan bang, jika dirimu tak sanggup mengatakannya karena jujur aku pun tak sanggup untuk mendengarnya”.

“Mohon jangan kau potong dulu Arika, aku belum selesai”.

”Aku tak ingin kau meneruskannya bang…”

”Tapi aku harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai setahun ini Arika”.

”Maksud abang?”, keringat dingin mulai membasahi dahi Arika.

”Maukah kau menghabiskan sisa umurmu bersamaku?”

Bom itu pun akhirnya benar-benar meledak.

*dapat 498 kata*

Advertisements

10 comments on “Dag dig dug…

  1. Pingback: [#15HariNgeblogFF] Daftar tulisan [2] Dag dig dug! « Philophobia

  2. pasti jawabnya MAU ‘kan?
    jadi dag dig dug lanjut dong
    kan klo belum sampai ijab qobul masih dagdigdug terus hehehehe

    nyaris 500kata ya, aku masih kelebihan hiks …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s