Learn from bad…

Dua hari sudah bekerja di awal tahun 2012 ini, ternyata belum menghilangkan rasa kesal plus bete yang hadir di hari pertama bekerja kemarin. Benar-benar awal yang tidak bagus di hari pertama bekerja.

Tahun baru, ruangan baru, suasana baru, juga berhasil memunculkan perselisihan baru, omelan dan gerutuan sepanjang hari kemarin, termasuk diriku yang tak henti-hentinya mengomel ga jelas…iiihhhhh…bete…bete…bete…

Perasaan ini ternyata merata, banyak juga yang merasakan hal yang sama, benar-benar kompak.

Ini semua diawali dari sebuah briefing pagi dari Big boss merata untuk semua bawahannya. Briefing pagi yang tidak mengenakan yang akhirnya menimbulkan persepsi-persepsi yang salah dan berujung pada umpatan-umpatan sepanjang hari. Briefing pagi pun ternyata dilanjutkan dalam sebuah email yang dikirimkan ke seluruh karyawan. Gimana ga nambah tuh gondoknya…double kesel deh…

Sejak kemarin kami menempati gedung baru yang otomatis semua masih fresh dong, still ordinary, dan gedung baru inipun mengalami perubahan yang cukup lumayan dalam tata ruangnya. Departemen direct dan non direct (produksi dan non produksi) menjadi berdekatan, pembatasnya pun menggunakan kaca, semua hal yang dilakukan  menjadi lebih terpantau langsung, gerak-gerik pun terbatas. Plus untuk kantor utama, sekarang membentang sebuah karpet biru tua dan dialah yang menjadi biang kekacauan di hari pertama ini.

Alhamdulillah…tidak untuk departemen aku, we’re still ekslusif…. 🙂

Kenapa..karena aku berada di departemen dimana semua pusat informasi penting berada plus mesin-mesin penguji, ga mungkin dong kalau semua orang punya akses yang sama, tapi itu belum mengurangi rasa kesal kami sebagai penghuni tetap departemen ini karena dalam email tersebut tertulis jelas dalam warna merah khusus untuk departemen kami. Adoooohhh….. *tepokjidat* ditambah lagi dengan si network yang belum OK, claim reporting yang biasanya sudah tersaji manis di email para bos, terpaksa harus ditunda hingga batas waktu yang belum jelas…*puciang…puciang*

Sebenarnya bukan sebuah peraturan pasti tapi lebih kepada mengingatkan kami untuk menjaga ruangan baru ini agar tidak terlihat kotor dan kusam tapi karena cara yang dilakukan kurang tepat alhasil dampak yang ditimbulkan pun menjadi tidak mengenakan. Gap pun hadir, diskriminasi semakin menganga *geleng-geleng*

Memang tidak mudah untuk menjadi seorang atasan, setiap langkah yang diambil harus benar-benar dipikirkan, jangan sampai akhirnya berdampak negatif dan  merugikan diri. Setiap keputusan pasti ada pro dan kontra, tidak mungkin semua orang setuju dengan langkah yang kita ambil, tapi paling tidak keputusan itu bisa meminimalisir dampak negatif yang mungkin akan terjadi.

Hal sepele akan menjadi masalah yang besar jika mendapatkan perlakuan yang tidak seharusnya. Sebuah niat baik pun akan luntur dan berakhir tidak baik jika dilakukan dengan cara yang kurang tepat, apalagi jika dilakukan oleh orang yang seharusnya bisa menganyomi dan menjadi panutan. Citra yang telah dibangun bertahun-tahun bisa hancur hanya dalam hitungan detik. Rasa hormat menghilang, yang hadir hanyalah wajah manis penuh kepura-puraan.

Setiap langkah yang kita ambil hari ini akan sangat menentukan apa yang akan terjadi esok hari. Hasil hari ini adalah apa yang telah kita tanam kemarin.

So beware guyz….. 😉

*ditengah keputusasaan reporting yang belum kelar, ngeblog aja deh… 🙂 *

Advertisements

10 comments on “Learn from bad…

  1. bener bgt tuh kak tulisannya, hehe
    karyawan juga manusia yg punya perasaan, qt bukan hanya d hargai dengan gaji (uang), tapi qt jg perlu d hargai sbg manusia.

    tetap semangat kak,,,
    salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s