Si Lady Biker

Agak-agak lucu juga ya untuk memancing esmosi sebagian pengendara motor di jalanan, seperti kejadian pagi ini yang aku alami. Terutama pengendara-pengendara dengan esmosi labil.

Diawali dengan senin pagi ini yang sudah kena penyakit galau antara berangkat kerja atau tidak karena fisik yang memang sedang tidak mendukung untuk gawe tapi…setelah 15 menit menghitung kancing sambil muterin mata, diputuskan kerja aja deh *adooohh…* karena sudah membuang 15 menit dengan percuma, alhasil tahu dong…yupz jadi rempong deh.

Ditambah lagi, memori baru kirim sinyal kalau ternyata hari ini aku harus mampir ke atm…beeuuu makin menjadi rempongnya. Mau ga mau yaa jurus andalan pun dikeluarin deh…alias…ngebuuuutt…qiqiqiqi…salip kiri dengan tetap terus menyalakan lampu samping dong. Tapi, tiba-tiba dari arah kiri ada motor yang langsung….weesss…nampak jelas ga mau banget kalau sampai dibalap apalagi yang nyalip si lady bikers…qiqiqi…aku coba pancing lagi saat dia ternyata menurunkan kecepatannya karena salah strategi, terjebak macet, and tahu dong hasilnya…yupzzz sang ikan memakan umpannya.

Tapi memang kalau yang namanya di jalan istilah lady first nampaknya memang sudah ga berlaku ya. Semuanya mau duluan, alias ga mau ada yang ngalah…*hayu wee paheula-heula* perbedaan gender pun bukan alasan.

Pelanggar lalu lintas pun akhirnya tidak saja didominasi oleh kaum adam, kaum hawa pun ternyata cukup besar mengambil porsi. Dari hasil searching-searching si mbah google ditemukan lebih dari 50% pelanggaran berkendaraan terutama motor dilakukan oleh wanita…walllllaaa….amazing juga…ternyata ehhh ternyata wanita-wanita sekarang sadis juga ya kalau sudah di jalan…qiqiqi..dan sepanjang pengamatan saya yang sudah jadi lady bikers lebih dari 4 tahun…mmmhhh…memang iya sih.

Mungkin karena merasa wanita ya, menggangap akan diberi sedikit kelonggaran oleh Pak Polisi jika melakukan pelanggaran. Padahal namanya pelanggaran ya tetap aja pelanggaran apalagi pelanggaran yang dilakukan bisa membahayakan keselamatan si pengendara sendiri dan biasanya yang terkesan agak cuek dengan keamanan saat berkendara lebih banyak didominasi ibu-ibu rumah tangga. Modal nekat sama helm sudah cukup untuk mereka menantang maut di jalanan.

Terus…paling kuesel juga kalau lihat si lady bikers dengan kecepatan di bawah 50km/jam berada di tengah jalan, diklakson-klakson ga minggir juga, disalip ga mau tapi giliran naikin gas dikiit aja…ehhh…dianya langsung ngegas…apalagi kalau tahu yang nyalipnya sesama lady bikers….wiiiihhhh..makin edun, ditambah lagi keragu-raguan mereka saat menyalip bikin bingung orang di belakangnya, tahu-tahu ngerem mendadak….ciiiiiitttt….Alhamdulillah kalau si kanvas rem masih OK, kalau ga bakalan ada ciuman mesin dong…plus si lampu samping yang tidak digunakan saat berbelok, main slonong girl aja atau 1-2 meter baru dinyalain…adooohh…diriku yang lebih dari 10 meter saja sudah kasih tanda masih suka diteriakin.

Tindakan lain yang agak-agak meresahkan untuk si lady bikers karena ulahnya sendiri adalah penggunaan high heels dan tas cangklong. Selain rawan kecelakaan karena tas yang akan tersangkut stang pengendara motor lainnya atau si heels yang tiba-tiba tersangkut juga atau patah ternyata rawan penjambretan juga dan mohon untuk si tas cangklong ini berlaku juga untuk yang dibonceng.

Sedikit berbagi pengalaman juga, salah satu teman pernah menjadi korban penjambretan tas cangklong dan kebetulan posisinya memang menjadi si pembonceng alhasil kecelakaan pun tak terhindarkan, mengalami patah tulang engsel tangan kanan dan si motor pun juga melayang.

Tapi, memang tidak semua si Lady Bikers begitu kok. Masih ada para Lady yang punya pengetahuan bagus mengenai safety riding walaupun biasanya memang masih dimiliki oleh mereka yang sudah tergabung pada komunitas atau club motor ataupun perusahaan yang sudah peduli dengan keselamatan karyawannya dengan memberikan panduan safety riding.

Nah…ini sedikit tips buat yang ngakunya si Lady Bikers atau berniat mau jadi Lady Bikers coba cek lagi ya perlengkapannya…

  1. SIM, harus punya punya lho lumayan dendanya Rp. 1.000.000 dan saudara-saudaranya.
  2. Helm, pastikan SNInya jelas.
  3. Penutup hidung jangan sampai lupa
  4. Si sarung tangan juga jangan sampai ketinggalan kalau bisa sih yang kulit.
  5. Usahakan tidak menggunakan rok, kalaupun keukeuh pengen pake jangan lupa celana legingnya.
  6. Sepatu flat yang lumayan aman atau menutupi si jari-jari kaki.
  7. Jaket dengan warna terang tapi jangan yang mencolok mata, seakan-akan menandakan kita adalah si Lady Bikers.
  8. Pastikan si lampu tetap menyala
  9. Spionnya yang layak pakai ya…
  10. Lampu samping difungsikan semaksimal mungkin..
  11. Jangan sms an atau telepon kalau sedang riding, kalaupun termasuk orang yang sibuk buaangget mending si hands freenya dipakai aja.

Mmmmhh….apalagi ya…baru terpikir 11 hal ini. Kalau ada dari kalian yang mau nambahin sueneng bangettt…..

*Sorry ya inponya belum lengkap nich coz belum berhasil hunting poto πŸ™‚ *

Advertisements

13 comments on “Si Lady Biker

  1. lapor aku punya SIM qoh..tp tetep suka pake high heels sich… πŸ™‚ dan tas cangklong nya aku pake juga tp kan aku jepet di depan ga dicangklongin… :p tetep pake rok biar cantik hehehehehe ga peke penutup hidung dan ga peke sarung tangan nich… buka lady biker yg bagus ya πŸ˜›

    • doooh…bumil maunya tetep nyentrik aza :p , diriqu juga masih eksis dengan rok kok tapi kan setia dg si legingnya juga πŸ™‚
      dipake dong kasihan tuh baby nya :p

  2. jadi lady biker nya max juga cuma seminggu sekali qoh biasa bag belakang πŸ™‚ tasik masih rada bebas polusi qoh jadi masih terbilang aman walo ga pake tutup hidung jg πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s