100 juta pelanggan 100 juta cerita (2)

“T******** selamat pagi/siang/malam dengan Iqoh bisa dibantu…”

Itulah salam pembuka yang selalu diucapkan saat pertama kali menerima telepon, ga boleh sampai lupa, hukumnya wajib, harus, kudu. Selain sebagai sarana pengenalan diri, juga sebagai salah satu poin penilaian kinerja sebagai seorang call center selain pemberian solusi yang tepat, sering menyebut nama pelanggan, tidak memotong pembicaraan, dan masih buanyak lagi.

Bahkan, ada seorang teman yang menerima pelanggan langsung nyerocos, ga pake titik koma, dia sama sekali tidak diberi kesempatan bahkan hanya untuk salam, akhirnya sang teman pun langsung memotong pembicaraan, “bu, maaf ya..saya greeting dulu ya.” dan lucunya si pelanggan pun berhenti dan langsung mengiyakan. “oh iya mba silakan.”  🙂 🙂  *adooohh…tepok jidat*

Di bulan-bulan pertama, jujur agak-agak terhipnotis dengan si greeting ini sampai masuk ke mimpi segala…qiqiqi…sehari lebih dari 215 kali diucapkan.. 🙂

Kenangan yang ga mungkin dilupain adalah saat hari pertama kerja. Kebetulan saya masuk jam 3 sore, tiba di kantor sudah sejak jam 1.30 siang tapi tetap saja telat, jam 03.30 sore baru mulai bekerja. Tanya kenapa…ternyata si tempat duduk ini harus rebutan jadi kami-kami ini tidak punya yang namanya meja pribadi, dimana ada bangku kosong ya di situ kami duduk, sistem yang tak pernah diberitahu saat training. Tapi dengan berjalannya waktu kami pun paham harus bagaimana agar terus dapat bangku tanpa harus berebut.

Yuppzz…masing-masing dari kami setiap harinya punya jadwal shifting yang berbeda-beda, nah si jadwal ini kami kumpulkan di satu orang ”si bandar”, ”manajer bangku” alias ”tuan tanah”. Teman kami inilah yang mengatur dimana kami harus duduk setiap harinya. Jadi kalau dari kami ada yang tidak kebagian bangku langsung saja hubungi si tuan tanah…qiqiqi…dan demi terpenuhinya stock bangku tak ayal si tuan tanah ini membajak jadwal shifting anak-anak baru yang belum tahu apa-apa alias masih polos…qiqiqi…dengan sistem ini juga kami pun, teman-teman satu batch bisa terus berdekatan 😉

Balik lagi ke awal hari pertama kerja, karena sudah telat 30 menit otomatis jadi rempong banget deh menyiapkan semua peralatan, komputer dengan membuka beberapa aplikasi, note, headsheet, belum lagi harus cepat-cepat log in…huufftt… dan begitu log in…beng…beng…telepon langsung berdering, suara di ujung sana yang seorang bapak, langsung marah-marah, benar-benar marah, sangat jelas terdengar tarikan napasnya yang saling berkejaran, wow…saya cuma bisa jadi pendengar yang baik, mendengarkan keluhan mengenai sms pushnya (itu lho sms dari 4 digit yang memotong pulsa tidak sedikit) dengan sesekali mengeluarkan kata ”iya bapak, maaf sekali bapak..” berulang kali nyambi mikir gw mesti ngapain ini….plus di dekat saya tidak ada atasan…binguuung…entah bagaimana caranya akhirnya saya bisa menenangkan si bapak ini dan mau diajak kerjasama. Alhamdulillah…kasus pertama closed.

Cerita lainnya yang tak kalah menarik adalah saat menerima pelanggan pasca bayar. Dia menanyakan apakah kartunya telah diblokir dan sejak tanggal berapa, setalah saya jawab, dia tetap menanyakan apakah benar-benar yakin tanggal itu dan saya tidak salah memberikan informasi, aneh…biasanya kalau yang pasca bayar justru minta dibukakan blokirannya bukan memastikan kalau kartunya sudah diblokir…*garuk-garuk kepala* dan ternyata ada storynya, si pelanggan langsung cerita panjang lebar…

”Iya mba, tunangan saya nuduh saya selingkuh. Padahal waktu itu jelas-jelas telepon saya diblokir, ga mungkin dong saya sms tuh cewek. Gimana dong mba? tunangan saya marah-marah, ga percaya.”

*curcol boooo…..adooooh*

Pernah juga dapat telepon dari seorang ibu, langsung ngoceh panjang lebar, ga ada titik komanya, saya bingung mau kasih solusinya, lah wong saya saja tidak diberi kesempatan untuk menggali permasalahan, begitu ia berhenti langsung saya tanya,

”sudah bu..?”

”iya sudah mba….” tuuuuuuuuutttttt……telepon langsung diputus…saya cuma bisa bengong, melongo, keder, maksudnya apa ya telepon ke sini….*ampyun dah….*

Cape juga ceritanya….nyambung di next posting ya… 😉

Advertisements

7 comments on “100 juta pelanggan 100 juta cerita (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s