Free side job….

Yupzzz, setelah lebih dari 2 minggu merencanakan pergi mengunjungi sahabat yang baru saja melahirkan dan harus tertunda 1 minggu akhirnya jadi juga walaupun dengan menyesal peserta harus menyusut menjadi 3 orang saja. Tapi, setidaknya silaturahmi ini tetap bisa berjalan juga.

Alhamdulillah, kami sudah berteman sejak pertengahan tahun 2006 lalu. Kami adalah teman satu kantor di perusahaan provider telekomunikasi dengan 100 juta pelanggannya. Kami dipertemukan karena kami memang satu angkatan, batch 26. Saat ini kami memang sudah tak lagi di satu perusahaan yang sama tapi kami masih menjaga komunikasi walaupun tidak rutin bertemu.

Nah, pertemuan kami lebih sering dilakukan karena ada satu hal, misalnya, pernikahan, melahirkan atau buka bersama. Saat-saat seperti ini benar-benar dimanfaatkan untuk melepas rindu, saling bertukar cerita atau kembali mengenang masa-masa konyol, waktu sepertinya tak akan pernah cukup 🙂                                  *In the next story, I will tell about them and my previous interesting job completely…please wait…*

Seperti biasa, sebelum melakukan kunjungan, bahan-bahan pun dikumpulkan sebagai buah tangan sahabat yang sedang berbahagia. Untuk pertemuan kali ini, saya merasa sangat terbebas karena tidak mendapat tugas pembelian.

Mengapa???

Karena setelah kembali mengingat-mengingat, telusur punya telusur hampir sebagian besar buah tangan yang diberikan adalah hasil pemburuan saya atau dengan kata lain sayalah yang menjadi petugas pembelian…ckckckck….Mulai dari benda-benda kecil yang bisa diselipkan, seperti perlengkapan bayi sampai dengan alat rumah tangga yang sepertinya tidak mungkin untuk diselipkan lagi, contohnya kompor gas, Alhamdulillah setidaknya masih bisa ditenteng walaupun agak kesulitan.

Jujur sih senang dapat kebagian jatah pembelian tapi kalau kebagian delivery juga…waddduuuh…*emang nich pada ga sopyan :p * apalagi kalau yang ga bisa diselipin *Bekasi kita boooooo….plus ngangkot lagi….adooohhh*

Tapi ternyata eh ternyata…impian saya gagal untuk terbebas sesaat, meskipun tidak kebagian jatah pembelian tetap kebagian delivery.  *jiaaahhh…ga bisa diselipin lagi*

Untuk kali ini memang terpaksa harus diriku petugasnya, menggantikan teman yang tidak bisa hadir karena anaknya sakit…*Insya Allah ikhlas..amiiin…*

Ohhh iya…jabatan purchasing officer ini saya pegang ternyata bukan hanya untuk teman-teman kantor lama tapi juga untuk kantor sekarang serta teman kuliah, ulang tahun, menikah, melahirkan…*asal jangan kematian aja ya, ga pernah terpikir mau kasih apa..hehehe…*

Mereka hanya terima beres, ga tahu saya harus berkeliling, berpegal-pegal dan berlapar ria bahkan terkadang pakai acara adu mulut dampak dari si budget yang terbatas…qiqiqi…

Meskipun begitu tetap ada sisi positifnya doooongg…pastinya saya jadi punya beberapa toko langganan yang ga perlu lagi pake adu mulut, cukup adu jari saja.. 🙂 *barang bagus and ga berat di dompet 😉 * plus sudah punya ide buah tangan apa yang cocok diberikan sesuai dengan acaranya kecuali yang disebut di atas tadi ya…*tapi sekarang jadi terpikirkan…*

Kira-kira…jika diriku yang punya hajat, siapa yang akan rela berkorban ya 🙂

Advertisements

6 comments on “Free side job….

    • Aaahhh teteh jd pengen malu, pembunuh rasa bosan teh 🙂

      Ga kok teh, masih bertahan jd miss complaint, blm ada yg bsedia menggeser posisi ku nich.. 🙂

  1. Jiakkk…nyindir neh maksutnyaaah qiqiqi… diriku pun blm bayar yg terakhir kmrn ya bu? hahahaha
    Kalo dirimu yg punya hajat? errr….sik ta’ pikir2 dulu ya Jeng *kabuuuuur*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s