Saat terbentur ridha orang tua…

Apa yang dirimu lakukan ketika keinginan mu terbentur ridha orang tua…???

Mungkin awalnya bakalan sangat sangat kecewa, marah, kuesel dong…apalagi jika yang kita inginkan merupakan impian terbesar kita…double mungkin ya marahnya…tapi ingat jangan kelamaan ya…

And jangan lantas kita langsung menghukum mereka, mengatakan tidak mengerti anak, ga mau lihat anaknya bahagia, and bla..bla..bla..sejuta makian untuk mereka…Astagfirullah…apalagi kalau sampai kita ga mau lagi bicara sama mereka, terus kabur dari rumah…wuaahhh pengecut sekali…kabur dari masalah nich yeee…itu sama sekali bukan solusi yang tepat, malahan bisa bikin masalah baru…

Ingatlah semua orang tua tidak ingin anaknya bersedih atau sengsara, mereka selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, mereka ingin melihat anaknya hidup bahagia selalu, sehingga ketika sang malaikat menjemput, tak ada lagi beban di pundak mereka. Ingatlah suatu saat dirimu juga pasti kan menjadi orang tua.

Tapi bukan berarti kita tidak memiliki hak atas kebahagiaan kita sendiri, menentukan pilihan yang terbaik untuk hidup kita.

Gunakanlah cara-cara yang terhormat dan sopan, jaga sikap dan setiap ucapan kita jangan sampai melukai hati dan perasaan mereka,  tanpa mereka kalian tidak ada di dunia, tanpa mereka kalian tidak mungkin bisa seperti sekarang ini, berjalan tegak menikmati indahnya dunia. Apalagi untuk diri ku yang saat ini hanya punya satu orang tua, pasti akan sangat sangat sangat menjaga perasaan beliau.

Mulailah melakukan pendekatan yang extra dan intensive, memang tidak mudah, butuh waktu, kesabaran tinggi dan keuletan. Tapi, jika ini memang sudah menjadi keinginan terbesarmu bukan masalah besar dong, toh mereka juga tetap manusia kok yang punya hati dan bisa luluh. Sekuat apapun batu karang jika setiap hari terkena air pasti akan merapuh

Atau mungkin saja sebenarnya mereka hanya sedang menguji kekuatan dari keinginan kita, seberapa besar sih keseriusan dan kegigihan kita untuk memperoleh keinginan kita itu. Mereka tentunya tidak mau kalau keinginan kita ini cuma emosi sesaat, meledak-ledak di awal terus tidak ada kelanjutannya, sirna deh begitu saja, yang akhirnya merugikan kita juga.

Berusahalah terus mencari ridha mereka, karena ridha Allah ada di ridha orang tua, saat orang tua marah sesungguhnya Allah sedang murka padamu.

Carilah tahu alasan mengapa mereka tidak meridhai keinginanmu, jika memang alasan mereka kuat  tidak menentang apa yang tertuang di Qur’an dan Hadits serta terbukti. Kamu memang harus belajar menerimanya dengan lapang dada dan keikhlasan yang kuat.  Allah lah yang paling tahu apa yang terbaik untuk setiap umatNya walaupun awalnya memang menyakitkan. Insya Allah penggantinya akan lebih…lebih…lebih…baik tentunya, yakinlah…

Tapi, jika alasan yang mereka ungkapkan tidak kuat atau terlalu subjektif atau mungkin karena kurangnya pengetahuan mereka, pemahaman yang belum cukup, atau hanya karena mendengar omongan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sudah seharusnya kita sebagai seorang anak meluruskannya tapi tetap proporsional ya…bantu mereka menjadi orang tua yang lebih bijak, arif dalam melihat sebuah permasalahan.

Teruslah mencoba jangan pernah menyerah. Jika mereka memang tetap bersikeras dengan pendapat mereka cobalah untuk mengalah tapi mengalah untuk menang. Kekerasan tidak harus dilawan dengan kekerasan. Di sinilah kedewasaan kita mulai teruji. Yakinlah, Allah tidak mungkin hanya membuka satu pintu, apalagi untuk sebuah kebaikan. Selalu ada pintu yang tidak terkunci.

Tidak selamanya orang tua benar tapi tidak seharusnya kita sebagai seorang anak lantas menjadi sombong. Hanya Allah yang berhak untuk sombong.

Selama melakukan perjuangan jangan pernah berhenti meminta petunjukNya, usahakan istikharah tak pernah terputus ya and coba gunakan kembali satu paket hemat (promosi mulu…qiqiqi…)

Gunakanlah cara-cara yang anggun, maka hasilnya pun akan anggun, makin barakah dan yang terpenting tidak ada yang tersakiti dengan keinginan kita.

Insya Allah…Amiiin Ya Rabbbal’alamiin…

Selalu ada kerikil tajam menghalangi jalan menuju kebaikan, tapi ingatlah Allah selalu hadir memberikan cahaya terangNya membantu kita menyingkirkan kerikil-kerikil tajam itu 😉

*masih setia di pulau pribadi di hari pertama awal tahun 1433 H*

Advertisements

6 comments on “Saat terbentur ridha orang tua…

  1. Kadang kita berbenturan dengan pendapat orangtua yang mungkin kurang senada seirama dengan jamannya. Namun kita tak boleh melakukan perlawanan secara frontal agar tak durhaka kepada orangtua.

    Intinya ya komunikasi secara intens.

    Semoga semuanya berjalan dengan baik tanpa ada yang terluka.

    Salam hangat dari Surabaya

  2. Iqoh…salam kenal ya, trima kasih buat silaturahminya 🙂

    Bener banget, ridho orang tua biasanya akan memudahkan jalan kita. Entah kenapa, sejak dulu saya selalu lebih lega kalau meminta doa mereka di setiap kegiatan yang saya lakukan. Saat mau ujian, mau ngadain kegiatan bahkan hanya sekedar pamit ke luar kota pun masih saya lakukan sampai sekarang, biarpun hanya melalui saluran telpon.

    Mudah-mudahan ridho mereka, senantiasa menyertai langkah kita.
    Amin.

  3. Terima kasih kembali mba 🙂

    Wuaahhh…11, 12 itu mba, klo belum pamit rasanya ada yang kurang, klo pun memaksa pergi biasanya suka ada suatu kejadian yang ga mengenakkan, sudah beberapa kali kejadian tapi ga kapok juga….adooohh…

    Amiiiin…Insya Allah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s