Status please,,,,

Mau tidak mau, suka tidak suka, ternyata status ini masih menjadi hal penting, buktinya di KTP saja masih tertulis, mengirimkan lamaran harus terlihat, mengajukan pinjaman ke bank, mengisi formulir, buka account Facebook pun masih dibutuhin. Tapi,,,,kira-kira apa semua orang benar-benar menuliskan statusnya sesuai kenyataan ya,,,atau hanya pura-pura demi menggapai sesuatu atau menutupi sesuatu alias status palsu,,,terkadang gara-gara status juga bisa timbul masalah besar,,,,(lebay.com)

Dalam membina sebuah hubungan pun sebuah status menjadi hal penting. Single, sudah menikah, pernah menikah, atau berniat menikah tentunya akan sangat mempengaruhi kelanjutan dari hubungan tersebut. Siapa yang mau juga kan kalau di saat hari suci itu, hari yang paling bersejarah dalam hidup, tiba-tiba muncul seorang wanita atau pria yang mengaku istri atau suami dari pasangan yang kita nikahin,,,,,hufttt,,,, (korban sinetron) pasti bakalan tahu endingnya dong,,,klo kata si tukang dagang “rugi bandar deh, apesss”.

Tapi,,,bagaimana kalau kita membina hubungan dengan seorang duda atau janda,,,tentunya masih lebih baik daripada berhubungan dengan suami atau istri orang.  Meskipun di beberapa kalangan masih menganggap rendah duda dan janda, terutama seorang janda. Stigma buruk seorang janda masih cukup kuat melekat apalagi jika wanita itu menjanda karena bercerai dan masih muda pula. Janda gatel lah, perebut suami orang, “si second hand” dan sindiran lainnya. Sepertinya ga ada indah-indahya menjadi seorang janda. Alhasil banyak wanita yang tetap setia pada pasangannya yang brengsek karena tak ingin disebut janda. Atau si Janda rela untuk patah hati karena penolakan keluarga pihak laki-laki atas statusnya itu.  Padahal ,,banyak juga lho janda-janda yang berkualitas dan patut diacungin si jempol. Menjadi janda tidak serta merta menurun pula kualitasnya kan,,,jangan samakan dengan hp second dong. Justru ini, si Second yang bisa menjadi lebih hebat dari si fresh graduate.

Tentunya tak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan sebuah perceraian hadir dalam pernikahannya. Menikah cukup hanya sekali dan untuk selamanya hingga akhir hayat adalah impian para gadis. Namun, siapa pula yang sanggup menahan takdir Illahi kalau pernikahannya harus seumur jagung, berjodoh untuk beberapa hari, bulan, dan tahun saja. ‘Cerai’ adalah momok menakutkan dalam menjalin sebuah hubungan, terutama hubungan suami istri.

Meski Rasulullah menganjurkan para pria untuk lebih mengutamakan perawan untuk dinikahi, bukan berarti beliau melarang seorang pria menikahi janda. Bukankah sebagian besar istri beliau juga janda?

Istri pertama beliau, Siti Khadijah seorang janda dengan usia yang bisa dikatakan tidak muda lagi, 15 tahun lebih tua.  Lalu, apakah lantas Rasulullah tidak bahagia. Rasulullah sangat memuliakan dan mencintai Siti Khadijah. Pernikahan kedua, ketiga, dan seterusnya pun baru  Rasullullah mulai setelah Siti Khadijah meninggal dunia. Bukti penghormatan dan kecintaan Rasulullah.

Bagi seorang pria, menikahi janda juga bisa dijadikan sebuah pilihan.  Apalagi jika ia berniat untuk menyantuni seorang wanita yang tidak lagi bersuami dan anak yatim yang kehilangan kasih sayang seorang ayah. Jika semua itu dilakukan dengan ikhlas, Insya Allah membuahkan pahala yang besar dan rahmat yang tak terputus.

Memang harus diakui, seorang gadis perawan tentu memiliki banyak kelebihan dibandingkan seorang janda. Akan tetapi, janda pun punya satu kelebihan dari perawan, yaitu ia lebih berpengalaman! Ya, karena ia sudah pernah berumah tangga. Dengan begitu, diharapkan dia bisa mengurus rumah tangganya dengan lebih baik. Jika dulu ia pernah gagal membina keluarga bersama suami pertamanya, pastinya ia sudah banyak belajar dari pengalamannya itu untuk kemudian lebih introspeksi dan memperbaiki diri.  Sehingga jika kemudian ia menikah lagi, ia akan berusaha menjaga keutuhan rumah tangganya,  agar tidak karam sebagaimana yang pertama.

Toh,,,dalam pemilihan pasangan hidup hanyalah melihat pada 4 kriteria: harta, keturunan, wajahnya dan agama.  Tapi utamakanlah agamanya maka kamu akan beruntung (Riwayat Bukhari dan Muslim). Selain itu, jika sang janda memang bisa memberikan apa yang selama ini dicari dan bisa memberikan kedamaian hati, sudah selayaknya diperjuangkan untuk dijadikan pasangan yang akan menemani hingga maut menjemput. Jangan sampai penyesalan itu menjadi hantu dalam kehidupan kita.

Jadi,,,,pilihan tergantung pada anda,,,,,

Kau masih gadis atau sudah janda,,,,, (tarik maaaanggg,,,,)

– Menjelang shubuh di pulau pribadi –

Advertisements

4 comments on “Status please,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s