Perjuangan Indah “Curug Cimahi”

Jalan-jalan…wow…siapa ayo yang ngga suka dengan kegiatan ini…ngacuuung…rasanya dari anak-anak sampai lanjut usia suka ya dengan jalan-jalan.

Nah…kalau memang sudah ada di Kota Bandung gimana kalau Keke sama Nai sekalian mampir ke tempat ini yah, wisata alam yang seru lho…plus murah meriah cukup dengan Rp. 10.000 saja.

Nama tempatnya Curug Cimahi, kalau dalam bahasa Indonesia Curug itu berarti air terjun. Lokasinya masuk kawasan wisata Lembang jadi pastinya tempatnya suejuk buanget lho…

Tapi memang tidak mudah sih untuk menikmati keindahan pesona si curug, kalian harus berjuang dulu karena harus menuruni 687 anak tangga mulai dari pintu gerbang…weleh…weleh…dah lemes duluan yaaahh…kalian kan anak-anak hebat jadi jangan menyerah, perjuangan kalian akan terbayar indah lho…namanya juga curug tertinggi di Bandung jadi….

Image

Anak tangga siap menantang kalian

Sambil berolahraga menuruni anak tangga kalian akan terus digoda keindahan si curug, hati-hati kalian akan terus dipancing untuk terus mendekat.

Image

dari kejauhan sudah menggoda

Oh iya kalau kalian beruntung, terkadang di sini juga bisa muncul pelangi lho..

Nah…ini dia…si Curug Cimahi yang memukau…

Image

perjuangan pun terbayar…indah…

Airnya benar-benar dingin dan sejuuuukkk….segarnya….rasa lelah langsung hilang capek pun terlupakan. Dijamin pasti kalian mau langsung nyemplung berbasah ria.

pengen mandiii....

pengen mandiii….

Jadi kalau mampir ke sini jangan lupa bawa baju ganti yah plus payungnya juga jadi kalian ngga bernasib sama seperti kakak berdua gini deh…

Image

kuyuuuuuppppp

Selamat jalan-jalan seru ya Keke, Nai….

1st Giveaway: Jalan-jalan Seru Untuk Keke dan Nai

*********

Mudah-mudahan GA yang ini ngga telat lagi…huuufffttt…*keringat terus bercucuran*

Advertisements

Srikandi in Sensing

Setelah bergalau ria menyeleksi koleksi foto yang jumlahnya ratusan…hayyyahhh….

Inilah foto yang terpilih untuk diikutsertakan dalam acaranya Pak Dhe, mudah-mudahan sesuai tema.

ImageKegiatan ini merupakan sensing yang aku lakukan sekitar 2 tahun lalu bersama teman-teman kuliah. Salah satu tahapan yang harus dilakukan untuk memperoleh program yang tepat sasaran.

Bertempat di salah satu perkampungan nelayan di pinggir Kota Jakarta, Marunda Kepu.  Cukup terkejut saat pertama kali datang mengunjungi, hampir tak percaya kalau lokasinya masih berada di ibukota negara Indonesia tercintaku, mau tahu lebih…di sini lho…

Kami berdiskusi dengan para ibu rumah tangga istri para nelayan…upppzzz bukan diskusi tapi mungkin lebih tepat mendengarkan curhatan mereka, bagaimana mereka berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan pendapatan seadanya dan keinginan-keinginan mereka untuk masa depan anak-anak mereka.

Aku memang belum bisa melakukan banyak hal untuk mereka tapi mungkin dengan mendengarkan keluh kesah mampu meringankan sedikit beban di pundak mereka.

Selamat Hari Kartini….

Kartini yang cerdas dan Srikandi yang gagah berani semoga tertanam dalam jiwa wanita-wanita Indonesia hingga mampu menaklukan dunia.

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Sehari Menjadi Srikandi.

******

Always in last minute…adeuuuuhhh…*tepok jidat geleng-geleng guling-guling*

My Debut with “Noda”

Akhirnya, inilah debutku setelah beberapa bulan menghilang diantara kepenatan hidup…jiaaahhh..*lebay bin ngeles*…meskipun yakin ngga memenuhi syarat tapi tetap semangat nulis dan ngirim…qiqiqi….

Cekidot yuk…

*******

Cerita di balik noda….mmmmhhh….ada cerita apa ya di balik noda…

Sebelum si noda bercerita, bagaimana kalau kita kenalan sama si noda dulu yuk…

Noda, hal pertama yang langsung nyangkut  itu…kotoran, pakaian, cucian deh. Kalau menurut KBBI noda adalah noktah, bercak, cela, cacat, aib (2003, p: 785).

Mmmhh…sepertinya hampir tidak ada kata positif yang mampir ya. Tapi apa benar, memang tidak ada sama sekali hal positif.

Nah…di buku ini ternyata jawabannya…”Cerita di Balik Noda”.

Terdapat 42 kisah sederhana yang begitu menyentuh penuh inspirasi yang banyak terjadi di kehidupan sehari-hari. Hasil tulisan para emak mengenai anak-anak mereka yang memang selalu bersentuhan dengan si noda. Meskipun ditulis dengan gaya bahasa biasa, ringan tanpa embel-embel bahasa kiasan dan terkadang terkesan kaku tapi tetap menarik hati untuk terus beralih dari satu cerita ke cerita lainnya bahkan masih sanggup membuat ujung mata ini berair.

Banyak hikmah yang bisa dipetik, hal indah yang bisa dikenang, kasih sayang, keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, perjuangan, kepedulian, ketulusan, kejujuran, kemandirian, kedisplinan.

Hal biasa menjadi ruarrrr biasa…kata-kata negatif pun berubah menjadi kata-kata positif.

Bukan hanya isi cerita yang menarik, cover buku pun komunikatif, benang merah sudah terlihat jelas. Latar putih yang terkesan mengibaratkan anak-anak yang memang masih polos dengan sedikit cipratan noda tanah kecoklatan, warna huruf yang coklat pun menjadi satu kesatuan. Sederhana, tepat sasaran, menarik mata untuk mendekat, memegang, membaca sipnosisnya, sedikit menengok isinya, dan mampir ke kasir deh…. 🙂

Satu buku paket kehidupan yang harus dimiliki para emak 😉

Image

Ternyata tak selamanya noda itu menakutkan, kotor itu menjijikan, karena berani kotor itu baik.

*******

Terkadang menjadi kotor merupakan cara Tuhan untuk menjadikan umatnya manusia yang lebih baik dan bermanfaat.

*******

Hufftt…selesai juga…

November rain…

Now is November Rain time…

Kok kayak judul lagunya Gun N Roses ya…tapi jujur ini ngga ada sangkut pautnya lho…

November kan memang sudah waktunya musim penghujan. Musim yang penuh berkah luar biasa setelah kemarau panjang…seperti cinta yang mengisi kekosongan jiwa…jiaaaaahhh…tapi ingat lho berkah yang tidak dikelola dengan baik bisa jadi musibah…ya kayak banjir ntu…

Dan ngga selamanya musibah itu mendatangkan keburukan kok karena sebesar apapun musibah yang kita terima pasti ada hikmah yang luar binasa hebatnya…musibah itu juga bisa jadi pertanda bahwa Allah memang sayang banget dan ngga pernah menjauh sedikit pun apalagi mereka yang selalu mengingatNya setiap saat ya ;)…

Mudah-mudahan kita masuk golongan yang selalu bersyukur, pandai mengambil hikmah dari setiap peristiwa bahkan yang terburuk sekalipun dan Insya Allah berkahNya tak pernah terputus…Amiiiin Ya Rabbal’alamiin…

Nah…iseng-iseng buat daftar hikmah yang sudah didapat dari sebuah peristiwa yang menakjubkan..Insya Allah jadi makin sering bersyukur :)…

  1. Rasanya tertusuk invisible knife…hohoho..apalagi dari belakang  ternyata memang lebih menyakitkan daripada pisau sungguhan ya…ini berarti ngga boleh melakukan hal ini ke orang lain, siapa pun itu bahkan musuh kita sekalipun. Harus tetap menggunakan cara-cara yang terpuji.
  2. Untuk layak disebut seorang Sahabat kita harus terus mengasah diri sehingga mampu menjadi alarm, kompas dan lilin.
  3. Kebaikan yang dilakukan dengan cara-cara yang tidak tepat justru memang bisa mendatangkan penderitaan yang berkepanjangan ya…harus lebih berhati-hati bersikap dan bertindak meskipun itu sebuah kebaikan sekalipun.
  4. Menjadi orang yang memiliki kepedulian tinggi memang sangatlah mulia tapi sekali lagi harus benar-benar menggunakan cara yang tepat sehingga akhirnya tidak justru menjadi hal buruk dan membuatnya menjadi berantakan. Pikirkan dengan cermat dan tepat plus dampak jangka pendek dan panjangnya.
  5. Akal sehat tidak akan pernah bekerja sesuai fungsinya jika si esmosi masih menjadi tokoh utama. Alhasil segala macam cara ditempuh untuk memuaskan si esmosi. Siap-siap dikunjungin penyesalan ya…
  6. Saat esmosi menjadi tokoh utama ternyata kita hanya menyetujui orang-orang yang memiliki pikiran sama, ya ngga beda sih saat posisi normal juga tapi filterannya kan masih berfungsi. Jadi, sebenarnya kita hanya mencari pembenaran atas pikiran yang dikuasai emosi bukan kebenaran.
  7. Saat menghadapi sebuah masalah kita harus memastikan tidak terlalu banyak orang yang ikut serta atau turut campur, pilihlah beberapa saja yang memang layak secara logika, emosi dan memahami benar akar permasalahannya. Terkadang hal yang sederhana pun akhirnya jadi rumit deh….ya karena si peran pembantu ini.
  8. Mata memang tak pernah berbohong karena mata jendela hati jadi…mmmhhh…kalau hatinya kotor plus pikirannya ikutan juga ya bisa tebak sendiri dooong…ibarat pepatah karena nila setitik rusak susu sebelanga…*nyambung ngga ya :D…*
  9. Untuk membuat kita bergerak menuju kehidupan yang lebih baik atau memacu semangat kita kembali terkadang Allah memang harus menggunakan cara-cara yang ekstrim ya tapi tenang Allah sudah punya takaran yang pas untuk masing-masing umatNya.
  10. Asyik sibuk mencari kesalahan orang lain dan menggunjingkannya, tanpa sadar itu sudah menghilangkan banyak kesempatan kita untuk memperbaiki diri alhasil sukses menjadikan diri kita orang yang sama deh, 11 12 gitu… Apalagi kalau sudah muncul yang namanya rasa bangga punya informasi terbaru tentang kesalahan orang itu…*wuaaahhh…makin eksis deh… good job pals*

Wuaaahhh…ngga kerasa ternyata sudah dapat 10 point ya…Subhanallah… pas dengan hari ini 10 November, Hari Pahlawan cuy…

Berarti makin beragam peristiwa yang kita alami harusnya ilmu kita semakin bertambah ya…

Proses hidup manusia tak ubahnya seperti proses terjadinya hujan yang pada akhir akan menuju satu titik yang indah yaitu “Kebahagiaan”

Selalu ada cinta dalam tiap tetesan hujan.

Semoga bermanfaat and happy weekend 😉

STNK pun berakhir….

Tak terasa 5 tahun sudah Midori menemani diriku di perjalanan, beraneka ragam peristiwa selama di jalanan pun tercipta mengikat kuat di benak menghiasi relung yang semakin sesak.

Arigatou Midori chan 🙂

Karena sudah 5 tahun itu berarti STNK pun harus berakhir…waktunya gantiiii… akhirnya sabtu kemarin aku manfaatkan untuk menyambangi SAMSAT meskipun masa kadaluarsa masih 1 minggu lagi tak apalah daripada kena denda…lumayan kan…

Ini adalah pengalaman pertamaku bersilahturahmi dengan SAMSAT, meskipun sudah 5 tahun bermotor ria, karena untuk pembayaran pajak pertahunnya aku selalu menitipkannya pada tetangga yang baik hati. Nah…untuk kali ini Sang tetangga sedang berhalangan alhasil harus sendiri deh…tak apalah hitung-hitung nambah pengalaman juga kan…jadi deg-degan euy…

Setelah mendapat beberapa wejangan dari Sang Tetangga, capcuss deh…karena sabtu hanya buka setengah hari jadi harus lebih pagi. 15 menit perjalanan, nyampe deh SAMSAT Kota Bekasi…celingak-celinguk…mencari pos pengecekan fisik.

Ini detailnya….

  1. Cek fisik, artinya motor akan dicek no mesin dan rangkanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Jangan lupa persiapkan KTP, STNK, BPKB asli dan fotocopynya ya…Di pos ini akan dikenakan biaya sama Rp. 20.000.
  2. Pos berikutnya pengambilan dan pengisian formulir yang lokasinya tidak jauh dari tangga ke lantai 2.
  3. Setelah semua berkas lengkap, diserahkan ke pos ketiga yang letaknya ada di lantai 2 tapi sebelumnya jangan lupa mengambil nomor antrian ya…nanti petugas akan memanggil 5 nomor sekaligus. Di pos ini waktu mengantri belum terlalu lama, ada di kisaran 15 menit. Jangan kaget kalau agak-agak penuh dan pengap. Usai penyerahan berkas dokumen, petugas akan memberikan kertas kecil bukti untuk pengambilan berkas.
  4. Nah…di pos ke 4 ini waktu antrian agak lebih lama dari pos sebelumnya karena akan dipanggil satu persatu berdasarkan nama. Persiapkan uangnya and jangan bengong atawa ketiduran ya…Tarif yang dikenakan akan berbeda-beda, apalagi untuk motor kedua, ketiga, dan seterusnya karena terkena pajak progressive.
  5. Pos ke 5 ini lokasinya ada di lantai 1 berhadapan dengan pos pengecekan fisik. Silakan menunggu sekitar 15 – 20 menit tergantung dari keperluan kita, kalau hanya membayar pajak sih bisa kurang dari waktu tersebut.
  6. Setelah STNK baru plus tanda bukti pembayaran di tangan, jangan lupa diserahkan ke pos pembuatan plat, waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit. Ini adalah pos terakhir.

Nah…total waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam. Untuk yang sedang terburu-buru mungkin memakan waktu juga ya…tapi bisa disiasati kok dengan datang lebih awal, meskipun loket dibuka pada pukul 8.00 tapi untuk pengecekan fisik , pengambilan dan pengisian formulir serta nomor antrian bisa dilakukan lebih awal kok atau 1 hari sebelumnya formulir bisa diambil lebih dulu.

Kalau hanya untuk pembayaran pajak, pos pertama dan keenam dilewati saja, jadi pastinya tidak akan sampai memakan waktu hingga 2 jam kan…

Biro jasa ataupun si calo sepertinya tidak dibutuhkan ya…tapi untuk mereka yang ingin praktis, tak ingin berepot ria, punya waktu sempit tapi rizky berlebih ya ndak masalah…pilihan ada di tangan masing-masing kok.

Berhubung di Samsat Bekasi aku belum menemukan flowchartnya, jadi kira-kira seperti ini ya…

Semoga bermanfaat 😉

Travelling dadakan…

Inilah travelling dadakan pertama kali dalam hidup *lebay* hanya dalam hitungan jam saja…2 tahun yang lalu, 31 Desember 2010. The first never been forgot.

Dimulai dari malam 30 Desember 2010, iseng mengecek facebook dan melihat status salah satu teman yang mencari orang untuk berlibur bersama. Ikutan nimbrung kasih komentar dong…

“Kapan ‘my?”

“Besok”

“Hah….besok…….”

Kenapa agak-agak shocking…karena saat itu jam sudah menunjukkan kisaran jam 11 malam, dan kalau pun mau ikutan maka aku harus stand by di stasiun kota pukul 6 pagi,  sedangkan lokasi rumah di BSD (Bekasi Sonoan Dikit) dan di tanggal 31 pun sebenarnya aku masih harus bekerja plus uang saku agak-agak cekak meskipun gajian dah mampir.  Teman dengan entengnya bilang,

“Ya udah loe ke kostan gw aja.”

“Gila loe, ini dah udah hampir tengah malam, gw mau naik apaan?! Plus nyokap ga bakalan ngasih izin.”

Akhirnya kebimbangan pun melanda…

Dipikir-dipikir….gimana doooong….

Setelah beberapa menit berlalu, keputusan pun didapat, keputusan yang masih diliputi kegalauan..qiqiqi…dan berpacking ria pun tetap dilanjutkan.

31 Desember 2010

Ba’da shubuh langsung cabut ke stasiun Bekasi, mengecek jadwal keberangkatan kereta Jakarta-Kota yang paling pagi, karena aku tidak hapal si jadwalnya maklum sudah pensiun jadi anker sejak 3 tahun yang lalu. Jika tidak ada kereta pagi, otomatis aku akan langsung ngantor, seragam pun sudah siap kubawa juga.

Ternyata ada kereta pagi…langsung cabut ke Tidung deh, maaf ya Pak Bos…diriku bolos dulu ya… 😀

Sesampai di Kota, pukul 6.15, maaf ya teman agak sedikit terlambat…

Kami pun berangkat menuju Muara Angke, ternyata kami pergi berempat, dua wanita dan dua pria. Jujur, teman aku hanya si wanita ini, sedangkan para pria adalah teman dari teman wanitaku, Karena dadakan teman pun cabutan, siapa saja yang punya waktu luang dan dana berlebih atau kami memang tergolong kelompok yang mentok ga tahu mesti ngapain lagi… 😀

Emmy dan teman cabutannya 🙂

Tiba di Pulau Tidung sekitar pukul 11 siang dan langsung menuju penginapan, ingin bersantai sejenak sambil mengisi baterai yang sudah agak-agak mencemaskan. Sesampai di penginapan, cukup terkejut karena ternyata penginapannya besaaarr, bisa menampung 20 orang sedangkan kami hanya berempat, kebayang dong kamar kosong yang tersisa. Dengan tarif 400rb/malam sudah plus makan, masih cukup ringan di kantong lah…tapi coba kalau yang ikutan 10 orang atau lebih bisa lebih menghemat lagi kan….

Tidung kecil & Jembatan Cintanya

Setelah cukup mengisi perut, penyusuran Tidung pun dimulai…menikmati angin pantai sore hari dengan bersepeda ternyata cukup menguras tenaga…huuufffttt…ditambah lagi sudah lama juga kaki ini tidak pernah mengayuh…parareugel euy…

d sunset

Amazing experience in the end of 2010 and beginning of 2011…new place new people…

Bertahun baru di pinggir pantai Pulau Tidung kecil beralaskan bumi dan beratapkan langit bersama teman-teman yang sebagian baru saja dikenal, menikmati kembang api yang tak ada habisnya, hampir dua jam lebih.

Tahukah kawan…untuk mencapai Pulau Tidung kecil ternyata tidaklah mudah, apalagi di malam hari, tak ada penerangan sama sekali, Alhamdulillah, salah satu teman membawa senter kecil, sedikit tertolong. Jembatan yang menghubungkan Tidung Besar dan Kecil ternyata cukup membahayakan, banyak kayu yang telah lapuk, harus ekstra hati-hati. Mudah-mudahan saat ini pemerintah setempat sudah memperbaikinya mengingat tidak sedikit wisatawan yang telah mengunjungi lokasi ini.

menikmati kembang api dari Tidung kecil

Lebih dari 2 jam kami menikmati pergantian tahun di pinggir pantai, itu pun karena air laut sudah mulai pasang, kalaupun tidak ada pasang mungkin kami masih akan tetap bertahan… 🙂

Low budget ga ngaruuhh…tetep seru cuuuy…plus spontanitas itu memang menyenangkan… 😉

Ragusa ooh Ragusa…

Akhirnya…kesampaian juga mencicipi cita rasa es krim asli sekaligus menikmati suasana tempo doeloenya.

Pastinya sudah pada tahu dooong….yupppzzz dialah si es krim Italia “Ragusa” yang sudah terkenal seantero Indonesia *lebay* 🙂

Es krim wajib yang harus dicicipi saat mengunjungi kota Jakarta.

Tampak depan

Sudah cukup lama berkeinginan mengunjungi Jl. Veteran I No. 10 Jakarta Pusat ini tapi selalu saja ada halangan dan di akhir pekan yang special pun terpenuhilah…yipppiiieee…

Jujur, aku belum tahu persis lokasinya ada dimana meskipun sebenarnya tidak jauh dari Jl. Ir. H. Juanda dan Juanda ini sudah cukup sering aku lewati. Peta pun berulang kali ditengok dan begitu tiba di lokasi…ternyata eee ternyata…ya ampyooon…ngga jauh dari stasiun Juanda dan pemberhentian busway Juanda dan persis di samping Masjid Istiqlal.

Untuk yang dari Bekasi, cukup naik commuter line Jakarta-Kota Rp. 8.500 turun di stasiun Juanda lalu nyebrang deh. Untuk yang busway, naik ke arah Harmoni lalu turun Juanda lalu nyebrang juga deh…gampang kok…

Berhubung aku datang di malam minggu…weleh…weleh…antrinya booowww…ditambah tempatnya yang ternyata tidak luas dah hanya ada dua kipas angin membuat suasana jadi agak-agak gimana gitu…belum lagi asap rokok dan penjual sate ayam yang ada persis di depan toko.  Lengkaplah sudah…meskipun sudah jelas-jelas ada keterangan dilarang merokok, untuk yang mencari kenyamanan…mmmhhh…

Ini lho suasananya…

Meja pun ternyata rebutan, tidak ada registrasi untuk waiting list atau si pelayan bakalan mencarikan meja untuk kita…qiqiqi…jadi harus aktif and muka tembok lho…”Permisi bu, makannya udahan atau baru mulai?”

Setelah berkeliling mencari meja, memperhatikan orang-orang yang kira-kira akan menyelesaikan hidangannya…bingoo…dapat juga, meskipun posisinya agak mojok di dalam tapi lumayanlah. Oh iya…jangan sekali-sekali memesan sebelum kita dapat meja, karena si empunya ngga akan melayani, kalimat pertama yang akan dilontarkan, “sudah dapat meja?”

mojok…mojok…

Meja pun didapat tapi es krim masih jauh diangan-angan…aku harus menunggu sekitar 45 menit untuk menikmati es krim spaghetti dan es krim mix…hufffttt…perjuangaaaaan…meskipun dalam penantian ditemani sepiring sate ayam yang dihargai Rp. 23.000 dan asinan juhi Rp. 10.000 tetep rasa kesel silahturahmi, aku hanya menunggu dalam diam. Selalu berharap pelayan yang membawa nampan itu adalah sang pembawa pesananku…yah…bukaaan…yah…lewat lagi…

Di detik-detik si kesel sampai di puncaknya, yaitu aku bakalan kabur, sang bintang utama pun hadir…

Ini dia….

Es krim spaghetti

 

Es krim mix

Begitu tersaji di meja, asyik memandanginya tiba-tiba sebuah tangan tersodor dari tangan seorang ibu yang mungkin salah satu pemilik mengajak bersalaman sambil berkata, “Terima kasih ya bu…sudah bersabar, kalau pelanggan yang lain sudah teriak-teriak.” Dengan tersenyum bingung menyambut tangannya, “Iya bu.”

Hahaha…ternyata si ibu yang dari tadi mondar-mandir melewati di depan mejaku memperhatikan juga.

Rasanya…mmmhhhh…home made banget dan tidak bisa lama-lama dinikmati karena dalam pengolahannya tidak menggunakan bahwa pengawet so bakalan cepat banget mencair apalagi yang berniat untuk dibawa pulang…wassalam deh…qiqiqi…apalagi packaging take away nya ngga mendukung. Alhasil, waktu menunggu dengan menikmatinya sungguh ngga sebanding…

Untuk harga sendiri mulai di kisaran Rp. 17.000 hingga Rp. 30.000, masih terjangkau kan…

Es krim yang telah berdiri dari tahun 1932 ini merupakan peninggalan jaman kolonial Belanda yang hingga saat ini masih mempertahankan suasana nuansa nostalgia tempo doeloenya. Tapi sayangnya, identitas visualnya kurang memiliki konsistensi. Mulai dari logo, buku menu, peralatan makan, seragam pelayan, packaging take away, brosur, website. Padahal citranya sebagai es krim home made Italia 1932 sangatlah penting dan itu semua akan semakin menunjang dan memperkuat. Meskipun jadul tapi tetap bisa mengikuti perkembangan jaman.

Iklan susu formula

Masya Allah…benar-benar sudah berdebu euy..sarang laba-laba, kecoa…hufffttt…inilah muncul perdana setelah beberapa bulan menghilang…

Bingung mau nulis apa…eeeehhh…ada paper hasil analisa yang diambil dari berbagai sumber bersama beberapa teman waktu masih aktif kuliah kemarin yang aku pikir cukup bermanfaat dan mudah-mudahan bisa membantu para orang tua ataupun calon orang tua tapi maaf jika bahasan terlalu berat…qiqiqi…

*****

 Makin hari iklan susu formula makin menarik hati saja…mulai dari kalimat-kalimat indah menghipnotis …

 I want to live my life to the absolute fullest

To open my eyes to be all I can be

To travel roads not taken, to meet faces unknown

To feel the wind, to touch the stars

I promise to discover myself

To stand tall with greatness

To chase down and catch every dream

LIFE IS AN ADVENTURE

Hingga lagu lawas Barry White yang mengalun lucu karena dibawakan terpotong-potong dengan suara cadel mengundang tawa.

 My first, my last, my every thing

And the answer to all my dreams

You’re my sun, my moon, my guiding star

My kind of wonderful, that’s what you are my every thing

Iklan-iklan seperti inilah strategi mumpuni yang diterapkan para produsen susu formula dunia terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Persaingan antar merek dan kesadaran untuk menciptakan persepsi yang baik dari konsumen membuat produsen berusaha semakin kreatif dalam menciptakan iklan yang dapat menarik perhatian konsumen bahkan bisa dibilang berlebihan. Mereka membuat kesan di benak konsumen bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak serta nutrisi apalagi untuk anak yang sulit makan dapat tercapai hanya dengan mengkonsumsi susu tersebut. Berlebihan ya…apalagi jika tidak disertai fakta.Padahal susu bukanlah faktor utama (satu-satunya) dalam menunjang tumbuh kembang anak kan…dan iklan-iklan mereka pun berhasil membuat hampir semua ibu membutuhkan susu formula.

Padahal di Srilanka yang kondisinya tidak berbeda jauh dengan Indonesia bisa bertindak tegas terhadap para produsen susu. Srilanka melarang segala bentuk promosi, jika melanggar akan dikenai denda atau penjara. Walau penjualannya masih diizinkan, pada kemasan susu formula harus dibubuhi tulisan: “Air Susu Ibu adalah yang terbaik.” Sedangkan di Indonesia sama sekali tidak ada tindakan tegas untuk iklan seperti ini.

Strategi lain yang gencar dan aktif para produsen susu lakukan di Indonesia, diantaranya:

  1. Memasang spanduk, brosur, iklan atau banner di Rumah sakit, Puskesmas, Rumah Bersalin dan Bidan..
  2. Memberikan sample susu formula gratis melalui Bidan, Posyandu dan Rumah Bersalin
  3. Menjadikan Bidan sebagai agen penjualan susu formula.
  4. Menjadikan Rumah Bersalin sebagai agen penjualan susu formula.
  5. Menggunakan dokter sebagai pemberi rekomendasi pada susu formula tertentu.
  6. Event, seperti ceramah, seminar ataupun diskusi dengan mengusung tema ibu dan balita yang mengundang para pakar dan ahli atau perlombaan bayi/balita sehat.

Strategi-strategi tersebut tentunya akan menimbulkan problem etis, diantaranya:

  1. Informasi
    1. Produsen susu formula tidak punya cukup kesadaran bahwa konsumen susu formula di negara berkembang adalah ibu-ibu yang kurang pendidikannya, kemampuan baca-tulis yang terbatas, akses terhadap air bersih dan sanitasi lingkungan yang buruk dan terutama kemampuan ekonomi yang terbatas. Akibatnya adalah mereka tidak cukup mendapat informasi tentang susu formula bahwa bagaimanapun baiknya itu tidaklah dapat menggantikan kebaikan ASI. Akses terhadap air bersih yang kurang serta buruknya sanitasi mengakibatkan diare atau pun yang dikenal dengan penyakit dari botol susu. Kemampuan ekonomi yang terbatas membuat ibu-ibu mengencerkan pemberian susu formula kurang dari dosis/takaran yang dianjurkan. Akibatnya adalah diare, dehidrasi, malnutrisi dan lebih buruk lagi adalah munculnya lost generation. Ketiadaan akses terhadap air bersih meningkatkan bahaya menjadi 25 kali lebih tinggi terhadap bayi yang diberikan susu formula dalam botol.
    2. Informasi bahwa susu formula hanya dan hanya bisa diberikan dalam kondisi khusus seperti: bayi premature dengan berat badan rendah, ibu yang mengalami kesulitan memberikan ASI, dan bayi yang perlu diet khusus dari ASI kepada para ibu. Sebaliknya promosi yang intensif dan gencar yang dilakukan oleh dokter dan tenaga kesehatan, perawat, bidan, rumah sakit, klinik, jurnal kesehatan professional, asosiasi professional kesehatan lain yang mendukung dan staff medrep membuat para ibu tidak berdaya untuk menolak gempuran susu formula.
    3. Meminjam Anthony Giddens dalam The Third Way tentang simulacra atau realitas yang dikonstruksi untuk menjelaskan fenomena susu formula. Susu formula yang dapat diterima dari aspek medis pertama kali dikembangkan tahun 1920 untuk membantu ibu-ibu yang mengalami kesulitan dalam memberikan ASI bagi bayinya. Lebih lanjut pada tahun 1960, sebanyak 75% dari bayi-bayi di AS telah mengkonsumsi susu formula yang diproduksi dan dipasarkan oleh dua kelompok industri yaitu: perusahaan obat-obatan dan perusahaan makanan.Bristol-Myers, Abbot Laboratories dan American Home Product kemudian melakukan penelitian untuk mengembangkan dan memasarkan susu formula melalui jalur kesehatan seperti dokter dan tenaga kesehatan, perawat, bidan, rumah sakit, klinik, jurnal kesehatan professional, asosiasi professional kesehatan lainnya. Menyusul kemudian dua perusahaan raksasa lainnya Nestle dan Borden’s. Pada tahun 1960 juga, angka kelahiran di AS dan Eropa mulai mengalami penurunan dan perusahaan susu formula besar tersebut mulai memasuki pasar baru ke dunia ketiga. Pemasaran susu formula yang agresif dan intensif menggunakan segala macam media dan jalur distribusi makin tak terbendung lagi. Pencitraan susu formula melalui berbagai media laksana pencucian otak dan westernisasi sebagaimana tampak dalam berbagai iklan dan promosi susu formula: bayi dan ibu bule, lagu-lagu pop dan jazz sebagai illustrasi yang semuanya mengunggulkan dan mencerminkan budaya barat yang superior serta modern dibanding budaya negara ketiga.
  2. Pengganti ASI atau lebih baik dari ASI

Berbagai keunggulan pemberian ASI seperti:

  • Menguatkan hubungan emosional yang kuat antara ibu dan bayi.
  • Memberikan perlindungan alamiah kepada bayi terhadap penyakit pneumonia dan diabetes.
  • Melindungi bayi yang mempunyai alergi terhadap susu sapi.
  • Memberikan perlindungan ibu bayi dari kemungkinan kanker payudara dan ovarium.
  • Pemberian ASI dapat menjadi cara untuk pengaturan kehamilan dan kelahiran.
  • Kolostrum yang berasal dan terdapat dalam ASI tak tergantikan dengan suplemen tambahan dalam susu formula.
  • Secara ekonomis, pemberian ASI dapat membantu keluarga miskin untuk mengurangi pengeluaran ekonomi keluarga terutama bagi ibu yang tidak bekerja.

Berbagai hal tersebut tidak pernah disinggung oleh kegiatan pemasaran produsen susu formula seperti yang ditunjukkan oleh produsen rokok dengan memberikan peringatan bahaya merokok kepada pembelinya dalam pengertian yang terbalik.

Produsen susu formula hanya tertarik membentuk dan memperkuat baik citra maupun simulacra produknya. Bahkan dicitrakan dan disimulakrakan bahwa susu formula lebih baik dan bukan sekedar pengganti ASI hal mana sangat bertentangan dengan tujuan awal dikembangkannya susu formula pada tahun 1920.

Godwin Ariguzo (2008) dalam Nestle: The Infant Formula Controversy menyatakan bahwa hanya 10 % dari produk susu formula yang dijual untuk negara maju (cq AS dan Eropa) yang dapat dijual untuk negara dunia ketiga dengan tanpa dilakukan perubahan. Artinya produsen susu formula tersebut sebaiknya melakukan penelitian yang ekstensif dan melakukan adaptasi produknya sebelum memasarkannya kepada negara dunia ketiga. Pada awal didesain, susu formula memang diperuntukkan untuk ibu-ibu di negara maju yang pada umumnya: bekerja (working mothers), hanya memiliki waktu yang terbatas untuk bayinya (hanya 6  minggu, terkait dengan cuti bersalin), dengan akses terhadap air bersih yang baik, tingkat pendidikan para ibu yang baik (kemampuan baca tulis) dan yang terpenting tingkat penghasilan yang lebih dari cukup untuk membeli susu formula. Negara dunia ketiga tentu memiliki karakteristik yang sama sekali berbeda: ibu yang penuh waktu sebagai ibu rumah tangga, akses terhadap air bersih yang kurang (terutama di pedesaan), tingkat pendidikan ibu yang kurang (bahkan ada yang buta huruf dan angka) serta tingkat penghasilan yang pas-pasan. Dalam beberapa kasus bahkan untuk produk yang sudah tidak direkomendasikan di negara asalnya atau tidak laku dengan serta merta karena gencarnya promosi dan iklan justru sangat laris di negara dunia ketiga. Kesenjangan atau bias informasi inilah yang dimanfaatkan dengan baik oleh para produsen susu formula.

  1. Pelanggaran kode etis pemasaran susu formula. Maraknya kejadian dan pelanggaran etis terhadap pemasaran susu formula membuat WHO mengadopsi International Code of Marketing of Breast-milk Substitutes pada tahun 1982. Berikut adalah 10 poin penting dari Kode Etik tersebut:
    1. Tidak boleh ada IKLAN dari semua produk dalam kategori di atas, yang ditujukan untuk publik.
    2. Tidak boleh ada CONTOH GRATIS untuk Ibu-ibu.
    3. Tidak boleh ada MEDIA PROMOSI (penempatan media) di lokasi fasilitas kesehatan, termasuk pembagian contoh gratis atau contoh yang dimurahkan.
    4. Tidak boleh ada PETUGAS PENJUALAN (sales representatif) dari perusahaan yang menjadi/memberi konsultansi kepada Ibu-ibu.
    5. Tidak boleh ada PEMBAGIAN contoh produk gratis kepada petugas kesehatan.
    6. Tidak boleh ada kata-kata (SLOGAN) atau GAMBAR yang menunjukkan bahwa asupan non-ASI itu lebih baik, atau gambar bayi (yang sehat) pada label kemasan produk susu.
    7. Informasi yang diberikan kepada petugas kesehatan HANYALAH yang bersifat scientific/ilmiah dan faktual.
    8. Semua informasi tentang asupan non-ASI, termasuk pada label kemasan produk, HARUS mencantumkan MANFAAT ASI, dan risiko serta BAHAYA yang berkaitan dengan penggunaan asupan non-ASI.
    9. Produk yang belum saatnya diberikan kepada bayi, seperti pemanis yang padat, TIDAK BOLEH DIPROMOSIKAN kepada bayi (orang tua-keluarga dengan bayi).
    10. Untuk menghindari benturan kepentingan, para profesional di bidang kesehatan yang bekerja untuk bayi dan anak-anak, TIDAK BOLEH MENERIMA DUKUNGAN KEUANGAN dari produsen makanan bayi/anak.

Pastinya kita mengetahui dengan baik bagaimana pelaksanaan kode tersebut di Indonesia ya…misalnya, kasus tercemarnya susu formula dengan enterobacter sakazakii pada tahun 2008 dimana sampel 74 susu formula yang mengadung bakteri tersebut tidak diumumkan oleh pemerintah dan yang terakhir adalah tercemarnya susu dan produk turunan susu dengan melamin yang membahayakan kesehatan.

Lalu…sebagai konsumen hal apa sih yang bisa dilakukan…

  1. Menjadi konsumen yang kritis dengan banyak mencari dan mengolah informasi tentang segala sesuatu termasuk susu formula.
  2. Memberi bayi susu formula hanya dan jika hanya ibu benar-benar tidak bisa memberikan ASI dan atau jumlah ASI tidak mencukupi
  3. Memilih susu formula dengan harga yang paling ekonomis karena kebanyakan ingredients yang terdapat didalamnya tidak sebanding dengan mahalnya harga susu tersebut

Mungkin hal tersebut bukanlah tindakan hebat yang akan langsung merubag segalanya tapi paling tidak kita tidak hanya terus meratapi nasib dan terus berada di dalam kegelapan, lilin harus segera dinyalakan meskipun hanya satu buah.

Be a smart parents 😉

Akhirnya selesai juga ulasannya…huuffftt…cape ya ibu-ibu…bapak-bapak… ^_^

Berburu Sunrise

Ini dia satu cerita yang terselip saat mengunjungi kampung halaman di bulan Maret kemarin.

*****

Pengalaman pertama berburu si sunrise…so excited…

Tepat pukul 4 pagi waktu indonesia tengah, harus sudah bangun padahal tubuh masih ingin tenggelam di pulau kapuk, demi si Sunrise harus bisa.

Mandi selesai, menyiapkan perbekalan sudah, tinggal menunggu adzan shubuh, shalat langsung capcus.

Di pukul 5 perburuan pun dimulai, seorang diri menaiki si matic menyusuri jalan-jalan pedesaan yang masih gelap dan sepi, menerka-nerka agar tidak tersasar maklum belum terlalu akrab dengan jalan di Desa Suda Kanginan-Nyitdah Kediri Tabanan Bali, meskipun ini bukan pertama kalinya pulang kampung mengunjungi kakek.

Sunrise perdana adalah Pantai Sanur…

Pernah baca katanya Pantai Sanur menjadi salah satu pantai terindah di dunia karena ombaknya yang tenang, sangat cocok untuk bermain-main air dengan keluarga dan menghilangkan kepenatan.

Jalanan utama Gerobokan lalu by pass di pagi hari ternyata tak berbeda jauh dengan pedesaan, sepi…motor dengan kecepatan 100 mil/jam pun tak terasa…qiqiqi…apalagi ditambah kejaran dengan waktu…jadi makin deh…

Saking asyiknya melewati jalanan by pass yang sepi ngga nyadar kalau sudah salah jalan, tiba-tiba masuk pintu gerbang Nusa Dua, waduuuuhhh…ngga beres, bablas ini judulnya. Mau ngga mau ya harus putar balik…hufftt…

Jadi, aku harus belok di sebelah mana ya…berharap bisa menemukan seseorang yang bisa aku tanyai. Alhamdulillah bertemu seorang ibu penyapu jalanan.

Aduuuhh…matahari jangan dulu dooong….
Kecepatan pun terus bertambah…

Alhamdulillah…sampai juga, tetapi… 😦  hujan turun dan pastinya sang matahari pun tak ada…
Belum beruntung…

Paling tidak aku bisa menikmati suasana yang menenangkan Sanur di pagi hari, tetap bikin betah dan ngga mau beranjak sedikit pun.

This slideshow requires JavaScript.

Subhanallah…harus tetap disyukurin… 😉

Kuta di minggu pagi…

Suasana Pantai Kuta di minggu pagi yang seharusnya membawa kesegaran dan keceriaan untuk memulai aktivitas…tapi….

Di sudut Pantai Kuta

Saling mengisi….

Foto ini aku ambil di bulan Maret 2012 lho…belum basi kan…qiqiqi…

Sudahkah hari ini melakukan hal indah yang akan membahagiakan dirimu dan orang-orang di sekitarmu?

Ceriakan harimu selalu teman 😉